Cek Fakta: Benarkah Kualitas Pertalite Menurun Setelah Kenaikan Harga BBM?

Ilus: Angga/ Bul

Pemerintah Indonesia resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022) lalu. Kenaikan tersebut diumumkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari Kompas.com, kenaikan harga berlaku pada BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar bersubsidi. Harga Pertalite yang sebelumnya sebesar Rp7.650,00 per liter, kini menjadi Rp10.000,00. Harga Pertamax kini menjadi Rp14.500,00 per liter, naik Rp2.000,00 dari sebelumnya yang sebesar Rp12.500,00. Sementara itu, harga solar subsidi menjadi Rp6.800,00 per liter, yang mulanya Rp5.150,00.

Imbas kenaikan harga BBM tidak hanya menimbulkan demonstrasi dan gesekan massa semata. Namun, isu mengenai kualitas BBM yang menurun sejak harga BBM dinaikkan, juga menjadi salah satu topik perbincangan di dunia maya. Pada 21 September lalu, jagat media sosial Twitter diramaikan oleh cuitan sebuah akun dengan username @ferizandra yang menarasikan keluhan pengguna BBM Pertalite akhir-akhir ini, “…bensin jadi lebih cepat habis meskipun jarak yang ditempuh kendaraan tetap sama, bahkan bensin berkurang (menguap…?) saat kendaraan gak dipakai….” Cuitan tersebut ramai dikomentari oleh netizen yang menyuarakan keluhan serupa. Ada yang berkomentar “Iya lho, kemaren sabtu beli full 35 rb hari selasa isi 20rb lagi,” lalu adapula netizen yang menduga “… berarti kalo gini kualitasnya diturunin ya.” Cuitan tersebut bahkan di-retweet sebanyak 6.172 kali dan disukai oleh 20,3 ribu akun Twitter.

Beredarnya kabar kualitas BBM Pertalite yang menurun membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bereaksi. Dilansir dari CNBC Indonesia, Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Tutuka Ariadji, membantah bahwa kualitas BBM jenis Pertalite dengan nilai oktan (RON) 90 mengalami penurunan, terutama sejak dinaikkannya harga BBM pada 3 September 2022. Dirjen Migas menegaskan bahwa pihak Kementerian ESDM telah melakukan uji kualitas Pertalite dengan mengambil sampel dari beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pengujian merujuk pada Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri. Dari hasil pengujian tersebut, semua sampel Pertalite dari SPBU yang diuji dinyatakan telah memenuhi spesifikasi (on-spec). Lebih lanjut, Dirjen Migas menegaskan bahwa pihaknya akan memperluas cakupan uji kualitas Pertalite di SPBU lainnya sehingga didapatkan hasil yang lebih akurat. Akan tetapi, sejauh ini, ia memastikan bahwa pihak Pertamina juga telah memenuhi standar kualitas BBM yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ia memprediksi bahwa keluhan masyarakat mengenai penurunan kualitas BBM Pertalite lebih disebabkan oleh permasalahan pada proses distribusi.

Sementara itu, pihak Pertamina, melalui Irto Ginting juga menegaskan hal serupa. Irto menjelaskan bahwa proses quality control dimulai sejak produk BBM masuk ke tangki timbun di Fuel Terminal (TBBM) hingga tepat sebelum disalurkan menuju SPBU (Republika, 2022). Dalam hal tersebut, terdapat berbagai tahapan proses quality control sehingga BBM yang akan didistribusikan harus dinyatakan layak dan memenuhi standar spesifikasi Dirjen Migas. Jika uji sampel tidak layak, maka BBM tidak akan didistribusikan dan keluar dari Terminal BBM. Selain uji kualitas di Fuel Terminal, Pertamina juga melakukan pengecekan sebelum proses bongkar BBM dari mobil tangki hingga seluruh produk BBM sudah tersalurkan ke tangki pendam SPBU. 

Dengan demikian, berita yang beredar tentang penurunan kualitas BBM Pertalite setelah kenaikan harga BBM dapat dipastikan tidak benar. Opini masyarakat mengenai borosnya penggunaan BBM Pertalite masih bersifat subjektif karena faktanya dari pihak Kementerian ESDM dan Pertamina telah menegaskan bahwa mereka melakukan prosedur uji kualitas BBM yang sama seperti sebelum diumumkannya kenaikan BBM. Selain itu, opini tersebut juga dibantah oleh beberapa netizen lainnya yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh antara kenaikan harga BBM dan borosnya BBM Pertalite. 

Daftar Pustaka

CNBC Indonesia. (2022). Kualitas Pertalite Beneran Turun? Ini Penjelasan Dirjen Migas. https://www.cnbcindonesia.com/news/20221014184821-4-379901/kualitas-pertalite-beneran-turun-ini-penjelasan-dirjen-migas. Dikutip pada tanggal 23 Oktober 2022.

Kompas.com. (2022). Rincian Kenaikan Harga BBM Pertalite, Solar, hingga Pertamax Hari Ini. https://www.kompas.com/tren/read/2022/09/03/144500865/rincian-kenaikan-harga-bbm-pertalite-solar-hingga-pertamax-hari-ini?page=all. Dikutip pada tanggal 23 Oktober 2022.

Republika. (2022). Pertamina Tepis Isu Kualitas Pertalite Menurun, Ini Jaminannyahttps://www.republika.co.id/berita/riwdx9349/pertamina-tepis-isu-kualitas-pertalite-menurun-ini-jaminannya. Dikutip pada tanggal 23 Oktober 2022.

Oleh: Zabrina Mahardika Putri/ Bul

Editor: Aini Nugraheni/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here