Pemberdayaan TPS 3R Randu Alas sebagai Bentuk Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat

Foto : Dok. Pribadi

Pengabdian Masyarakat

Setiap mahasiswa wajib melakukan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran. Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Poin penting yang akan dibahas kali ini yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.

Pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat melalui sebuah atau beberapa metode tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Selain merupakan kewajiban yang harus dilakukan, kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat salah satunya menjadi momen untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat secara langsung.

Biasanya berawal dari hal terpaksa yang menjadi kewajiban, namun berangsur meningkatkan animo seiring berjalannya waktu. Semakin sering melakukannya, maka akan menjadi semakin mengenal. Awalnya menolak, akhirnya menikmati. Awalnya menjauh, akhirnya mendekat. Awalnya berfikir buruk, akhirnya mendapatkan banyak pelajaran dan cerita yang ditularkan untuk menginspirasi banyak kalangan.

Foto : Dok. Pribadi

Pengalaman pengabdian masyarakat

Banyak manfaat yang akan didapat jika senang dan serius dalam mengabdi. Saya bersama teman-teman Tim Pengembangan Sumber Daya Desa (PSDD) Program Holistik Bina Desa (PHBD) Center UGM menjadi saksi dan telah memberikan banyak bukti konkret. Di berbagai publikasi dan postingan media sosial, telah ditampilkan berbagai cerita mengenai dinamika kami dalam mengerjakan program. Manajemen organisasi, pembagian waktu, analisis masalah dan solusinya, pengimplementasian ilmu perkuliahan, penciptakan berbagai luaran produk, hingga berorientasi pada peningkatan perekonomian, kebersihan, dan kenyamanan bagi masyarakat.

Sebagai ketua tim yang berasal dari jurusan Teknik Industri tentunya membutuhkan adaptasi ketika memimpin program yang bukan pada bidangnya. Sebuah pembelajaran yang baru didapat dan dimengerti sebagai bekal perjalanan selama 6 bulan berada di lapangan. Ilmu peternakan, pertanian, kesehatan masyarakat, hingga kepemimpinan, komunikasi, dan lifestyle sedikit demi sedikit dipelajari.

Foto : Dok. Pribadi

Faktor pendorong pengabdian masyarakat

Kompetisi bisa menjadi salah satu penyemangat dan pendorong untuk disiplin dalam mengerjakan program. Bukan sekadar ambisi untuk mendapatkan hiburan, ketenaran, atau sertifikat, melainkan pembelajaran untuk bertanggung jawab, berproses, menjadi yang terbaik, dan bermanfaat bagi berbagai kalangan adalah hal lain yang harus diperhatikan.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) memiliki daya tarik tersendiri sebagai kompetisi ilmiah terbesar yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia untuk memacu berpikir kreatif dan inovatif untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) menjadi muara yang diidamkan oleh mayoritas mahasiswa di seluruh Indonesia. “Inovasi Pengeringan Maggot sebagai Pakan Ternak untuk Meningkatkan Perekonomian di TPS Randu Alas” merupakan judul dari Tim PKM bidang Pengabdian Masyarakat kontingen UGM yang berhasil mempresentasikan karya inovasinya pada ajang PIMNAS ke-34 tahun 2021 yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional.

Pada ajang yang berbeda yaitu Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021, Tim PSDD PHBD Center UGM mendapatkan amanah untuk mengerjakan program pendanaan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Judul yang diangkat pada ajang ini adalah “Pemberdayaan TPS 3R Randu Alas Melalui Kegiatan Budidaya Maggot dan Pengolahan Pupuk dari Sampah Organik untuk Meningkatkan Kebersihan Serta Pelestarian Lingkungan di Dusun Candi Karang, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Kegiatan tersebut hingga menjadi prestasi dan kebanggan tersendiri bagi mahasiswa dari berbagai jurusan yang tergabung di Tim PSDD untuk mengerjakan program yang berskala besar. Terdiri dari budidaya maggot, lele, beternak ayam dan kalkun, dan mengolah pupuk cair dan kompos. Prestasi dapat dinilai dari proses yang membuahkan hasil yaitu brand Maggot Kering (MAGER) dan Pupuk Organik Cair Randu Alas (PORAS).

Foto : Dok. Pribadi

Relasi menjadi kunci

Relasi amatlah penting ketika membangun dan mengembangkan suatu kegiatan. Kami bersyukur, mitra kami yaitu pengurus TPS 3R Randu Alas bersama Organisasi Kadang Anem sangatlah aktif, suportif, dan menjadi kunci utama dalam pengerjaan program. Koneksi dengan toko pakan ternak dan komunitas pupuk memudahkan dalam mendulang keuntungan ekonomi. Begitupun juga koneksi dengan Pemerintah Desa Sardonoharjo dan Dinas Lingkungan Hidup memberikan dukungan dan manfaat lainnya yang berarti bagi kami.

Kemampuan dalam berorganisasi dan berkolaborasi sangatlah penting untuk mendukung keberlanjutan program. Kekompakan tim serta mitra, bimbingan dari dosen pendamping, hingga dukungan fasilitas dari kampus, tentu akan menuntaskan tujuan program. Salah satu kesuksesan lain yang diharapkan yaitu program dapat menginspirasi dan dinikmati berbagai kalangan.

Pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa bukanlah sekedar menyelesaikan mata kuliah, kompetisi, ataupun program kerja organisasi. Akan tetapi, sebagai insan teladan yang akan terus menuntut ilmu, kesuksesannya akan dinilai dari banyaknya ilmu yang digunakan untuk pengabdian. Sebaik-baiknya guru adalah masyarakat. Dari mereka teori lahir, dan bersama mereka pengalaman hadir. Semua yang kita lakukan di kampus akan bermuara untuk mengabdi kepada masyarakat. Mari berkolaborasi dalam mengabdi tuk membangun negeri!

Penulis: Najmuddin M.A.

Editor: Khoirida Dian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here