Pasang Surut Kasus Covid 19 di Indonesia dan Strategi Penanggulannya

Foto : June/Bul

Hampir dua tahun dunia mengalami pandemi Covid 19 yang telah merubah tatanan kehidupan dan mengakibatkan berbagai krisis. Adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan dan pengurangan kegiatan mobilitas dengan pembatasan sosial menjadi strategi pencegahan penyebaran. Indonesia sendiri telah mengalami berbagai pasang surut kasus positif baru setiap harinya. Temuan kasus pertama pada 2 Maret 2020 memberi konsekuensi awal pandemi Covid 19 di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis melakuan riset dengan studi pustaka terkait perkembangan kasus Covid 19 di Indonesia serta strategi penanggulangan oleh pemerintah. Hasil dari riset ini diharapkan dapat memberikan perkembangan terbaru terkait kondisi Covid 19 serta pembaca tidak lengah dan tetap waspada terkait kondisi Covid di Indonesia. 

Covid 19 merupakan virus yang berasal dari subfamily Orthocronavirae termasuk keluarga Coronaviridae serta ordo Nidovirales (Yunus dan Rezki, 2020). Virus ini memiliki gejala yang lebih masif daripada SARS dan MERS serta menyerang hewan dan manusia. Pada manusia, virus Covid 19 menyerang saluran pernapasan berisiko tinggi terhadap penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). WHO (World Health Organization) menyatakan sejak 30 Januari 2020, Covid 19 tergolong virus yang kenaikan penyebarannya tinggi ke seluruh dunia sehingga memiliki status Public Health Emergency International Concern (PHEIC).

Kasus Covid 19 dikonfirmasi pertama kali masuk Indonesia pada 2 Maret 2020 setelah sebelumnya WHO melaporkan temuan pertama pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China. Saat itu, pemerintah menjelaskan mengenai pentingnya ketenangan dalam menghadapi virus tersebut agar tidak terjadi sindrom kepanikan (panic syndrome) yang mengakibatkan kekacauan sosial dalam menghadapi virus. Namun, masyarakat lengah terhadap meluasnya penyebaran Covid 19. Ketika kasus Covid 19 mulai meningkat, pemerintah mulai melakukan pencegahan dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar untuk mengurangi mobilitas. Alhasil dampaknya terasa bagi sektor perekonomian yang menyebabkan terhentinya banyak aktivitas ekonomi. 

Peningkatan kasus Covid 19 di Indonesia mulai terasa pada pertengahan 2021 pasca libur lebaran. Berdasarkan data Satgas Covid 19, pada 8 Juli 2020 dilaporkan 1.853 kasus baru. Akhir tahun 2020, kasus Covid 19 di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding saat awal sebesar 15,53% dampak pelaksanaan Pilkada serentak yang tetap diselenggarakan oleh pemerintah. Awal tahun 2021, terjadi kenaikan sekitar 14,46% akibat dari liburan panjang akhir tahun. Berdasarkan data Satgas Covid 19, Indonesia mengalami lonjakan kasus tertinggi pada pertengahan tahun 2021. Tercatat pada 24 Juli 2021, kasus positif mencapai 20.574 dan kasus terus meningkat hingga puncaknya pada 15 Juli 2021 dilaporkan 56.757 kasus baru. Peningkatan kasus baru ini dampak dari libur panjang dan masuknya virus Covid 19 varian delta. Varian delta memiliki tingkat penularan yang lebih cepat yang menyebabkan memunculkan klaster penularan baru pada tingkat wilayah yang lebih sempit. 

Lonjakan kasus yang tinggi pada pertengahan tahun 2021 menyebabkan banyak rumah sakit rujukan kewalahan sehingga tak jarang banyak pasien positif dengan gejala ringan hingga sedang memutuskan melakukan isolasi mandiri. Sayangnya, beberapa pasien yang mengalami isolasi mandiri tidak mendapatkan perawatan dari fasilitas kesehatan terdekat sehingga kasus kematian juga meningkat. Oleh karena itu, pemerintah melakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat untuk menekan laju mobilitas dan membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah. Selain itu, pemerintah mulai melakukan percepatan vaksinasi untuk mengendalikan lonjakan kasus baru. 

Kasus Covid 19 mulai bisa dikendalikan setelah 2-3 bulan dilakukannya PPKM Darurat. Adanya PPKM Darurat memang memiliki dampak yang signifikan terhadap penurunan kasus baru. Pada 1 September dilaporkan 10.337 kasus baru dan terus menurun hingga pada 22 Oktober 2021 dilaporkan 914 kasus baru. Bisa dikatakan strategi pemerintah dengan PPKM Darurat dan vaksinasi masal berhasil menekan jumlah kasus baru Covid 19 di Indonesia. Walaupun, sektor perekonomian harus dikorbankan adanya aturan pembatasan sosial ini. 

Penanggulangan kasus Covid 19 di Indonesia dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, langkah promotif dilakukan oleh pemerintah dengan cara melakukan gaya hidup sehat mengikuti cara WHO, meliputi cuci tangan, pakai masker, berolahraga, serta aktivitas lain untuk meningkatkan imunitas. Kedua, langkah preventif dilakukan dengan memberlakukan PSBB dan PPKM Darurat untuk menekan infeksi penularan Covid 19 di Indonesia. Langkah ketiga adalah kuratif, yaitu pemenuhan fasilitas kesehatan masyarakat bagi masyarakat yang terinfeksi (Wahidah, I. et al., 2020). Baru-baru ini pemerintah mulai melonggarkan aturan PPKM yang diikuti penurunan jumlah kasus positif. Percepatan vaksinasi masal yang terus bertambah diharapkan kasus baru akan terus menurun.  

SUMBER REFERENSI:

Yunus, N. R., dan Rezki, A. (2020). Kebijakan Pemberlakuan Lockdown Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(3), 227-238.Wahidah, I., Septiadi, M.A., Rafqie, M.C.A., Hartono, N.F.S., dan Athallah, R. (2020). Pandemik Covid 19: Analisis Perencanaan Pemerintah dan Masyarakat dalam Berbagai Upaya Pencegahan. Jurnal Manajemen dan Organisasi. Vol. 11, No. 3, Desember 2020, Hal. 179-188.

Penulis: Annisa Damayanti Hera W.

Editor: Alfanni Nurul K.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here