Persiapan UGM Mempertahankan Juara Umum PIMNAS 34

Foto : Kemdikbud RI/Youtube

 Berusaha tetap optimis : Mengoptimalkan fasilitas dan usaha keras pembinaan dengan tantangan jumlah tim lebih besar dan kesiapan lebih rapi dari tahun lalu

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 sebagian telah diselenggarakan. Tahun ini, UGM kembali memimpin sebagai universitas dengan penyumbang tim terbanyak, yaitu 124 kontingen yang berhasil lolos menuju puncak PIMNAS yang akan diselenggarakan pada 27-28 Oktober 2021. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan pada PIMNAS ke-33 dimana UGM berhasil mengirimkan 82 kontingen. Kontingen UGM yang lolos pendanaan telah menyelesaikan realisasi program mereka sejak tanggal 1 Juni 2021 setelah melalui berbagai proses seperti laporan pelaksanaan program dan wawancara. PKM Center yang membawahi langsung persiapan para tim ikut turut berandil besar dalam persiapan PIMNAS dari awal proses seleksi perlu dilewati.

“Kegiatan pendampingan dari PKM Center sebenarnya sudah dilakukan sejak awal sekali. Teman-teman yang ingin mengikuti PIMNAS dan menulis proposal difasilitasi PKM Center agar mampu membuat proposal yang lebih bagus dan layak,” terang Muhammad Naufal Firdausyan atau yang lebih akrab dipanggil Opal selaku fasilitator bidang PKM Gagasan Tertulis sekaligus membantu serta dalam PKM Gagasan Futuristik dan Konstruktif. Pendampingan PKM Center ini dikelola dengan mempertemukan tiap tim dengan dosen, sosialisasi terkait jenis PKM, sosialisasi kepenulisan yang baik terkait tulisan populer, publikasi populer, etika clearance saat melakukan PKM research, dan beragam fasilitas lainnya.

“Strategi yang kami lakukan kurang lebih sama dari tahun ke tahun. Tidak hanya mengembangkan ide, tetapi juga patuh pada peraturan-peraturan buku pedoman. Pada dasarnya, PIMNAS ini berintegritas bahwa buku perdoman yang ada menjadi patokan keberhasilan ide-ide bagus yang ada dapat lolos,” imbuh Frida Prasetyo Utami, selaku wakil ketua PKM Center UGM terkait strategi apa yang digagas PKM Center dalam mempersiapkan tiap tim bertahan. Adanya lokakarya terkait tema tertentu bagi kontingen, seperti public speaking, poster, dan sebagainya pun diberikan untuk tim-tim yang lolos. Selain dari sisi administratif, keterbaruan informasi baik dari penyelenggara maupun reviewer merupakan tugas PKM Center untuk menjembatani agar tiap tim menerima informasi tersebut. 

Meskipun terdapat selisih yang cukup besar, kenyataannya UGM berhasil menempati peringkat pertama pada PIMNAS ke-33. Oleh karena itu, bukan menjadi hal yang mengherankan bahwa UGM berupaya untuk mempertahankan gelar sebagai juara umum setelah menyandangnya tiga kali berturut-turut. Pernyataan tersebut disetujui oleh Roykhana, salah satu peserta yang lolos menuju puncak PIMNAS ke-34. Ia beranggapan bahwa tentu saja UGM akan berharap untuk mempertahankan reputasinya. Namun, harapan yang besar tersebut harus diiringi dengan usaha dan tekad yang besar pula.

Roykhana menjelaskan bahwa UGM telah menyediakan berbagai fasilitas bagi mahasiswanya untuk mempersiapkan dan mengasah kemampuan mereka dalam berpartisipasi dalam PIMNAS ke-34. Fasilitas tersebut antara lain adalah latihan presentasi yang diadakan setiap pekan, Buka Lapak yang diadakan oleh PKM Center, dan Booth Camp dimana peserta akan menginap selama satu malam. Buka Lapak merupakan wadah bagi para peserta untuk berkonsultasi bersama dosen-dosen pembimbing dan PKM Center  secara luring ke F-11 di Subdirektorat Kreativitas Mahasiswa. Para pembimbing yang mendampingi para peserta terdiri dari dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman, serta dari staff PKM Center sendiri. Ketiga fasilitas tersebut berfokus pada output yang akan dinilai, meliputi artikel ilmiah, poster, dan presentasi.

PKM Center selalu mendampingi tim naungan mereka untuk dapat memperoleh kelayakan sesuai buku pedoman. Hal tersebut dilakukan dengan terus melakukan peninjauan kembali secara berkala dengan format yang sesuai, aktif dalam berkomunikasi di media WhatsApp Grup yang ada, dan mengarahkan konsultasi yang tepat dengan dosen pembina. Grup komunikasi  yang ada telah melalui konsolidasi matang sejak awal pembentukan dari manifestasi prediksi keikutsertaan tim yang memiliki jumlah lebih banyak dari tahun lalu. Dosen-dosen yang responsif dan komunikatif dalam proses pembinaan pun menjadi kunci pengembangan proses kesiapan tiap tim.

“Untuk progres sendiri tidak bisa dikatakan dengan pasti karena setiap konsultasi selalu ada bagian yang harus direvisi,” tutur Roykhana ketika ditanya mengenai seberapa besar progres yang telah dicapai. Namun, jika dilihat dari fasilitas yang telah diberikan oleh UGM, jelas terlihat bahwa UGM tidak main-main dengan harapan untuk mempertahankan gelar juara. Jika berhasil mempertahankan gelar juara untuk keempat kalinya, UGM akan menjadi satu-satunya universitas yang berhasil menjadi juara sebanyak empat kali berturut-turut. Nantinya, apabila berhasil dicapai rekor tersebut akan dapat melampaui prestasi Universitas Brawijaya sebagai juara umum PIMNAS sebanyak tiga kali berturut-turut.

“Strategi agar mencapai juara umum yang diupayakan adalah komunikasi yang responsif dengan peserta baik saat pendanaan maupun saat PIMNAS, kesungguhan memfasilitasi dengan banyak hal, dan ploting luring sesuai protokol kesehatan yang ada, serta tetap berusaha dan berdoa untuk terus memperbaiki dan berlatih untuk mendapat output yang terbaik,” tutur Opal untuk melengkapi ketepatan langkah-langkah yang ditempuh PKM Center, kontingen yang lolos, dan dosen pembina yang mendampingi.

Penulis : Yoni Gestina Hatnani, Sekar Langit Maheswari

Editor : Ridho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here