Cek Fakta: Penerima Vaksin di Luar Negeri Tidak Boleh Masuk Mal Indonesia?

Foto : Alif/Bul

Program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 2021. Suntikan vaksin pertama diberikan kepada Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia dan beberapa tokoh publik, baru kemudian didistribusikan secara bertahap ke seluruh penjuru Indonesia. Bersamaan dengan suntikan pertama kepada presiden, pada 5 Januari 2021 Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi PeduliLindungi yang melayani keperluan pelacakan dan pengendalian penyebaran Covid-19; aplikasi itu pula yang kemudian menjadi platform penyimpanan data vaksinasi. PeduliLindungi pun menjadi perantara melakukan scan barcode ketika kita berkunjung ke fasilitas publik. Aplikasi tersebut akan secara otomatis menunjukkan status vaksinasi pengunjung, jumlah kunjungan, dan kuota lokasi publik tertentu. 

Hal yang diperdebatkan beberapa bulan kemudian adalah isu bahwa WNI yang melakukan vaksinasi di luar negeri tidak dapat memasuki fasilitas publik di Indonesia, khususnya mal. Isu tersebut berembus awal Agustus 2021 ketika seorang wanita bernama Sisil mengunjungi Mal Kelapa Gading bersama keluarganya. Sayangnya, ibunda dari Sisil melakukan vaksin di Amerika Serikat sehingga data vaksin beliau tidak muncul di aplikasi PeduliLindungi. Ibunda Sisil pun diharuskan melakukan swab PCR. “Padahal, masuk negara Jepang dan Indonesia saja bisa, tetapi mengapa masuk ke mal dipersulit,” sebut akun Instagram @siessillia. 

Peristiwa ini terjadi setelah pelonggaran PPKM  Jawa – Bali, yang dalam penerapannya mewajibkan scan barcode PeduliLindungi sebagai syarat utama untuk mengakses fasilitas publik. Para WNI yang melakukan vaksin di luar negeri digadang-gadang tidak bisa masuk ke dalam mal ataupun tempat umum lainnya, disebabkan data vaksinasi mereka tidak masuk ke PeduliLindungi. Akan berbeda jika vaksin tersebut dilakukan di dalam negeri, yang mana data mereka akan otomatis masuk ke dalam aplikasi PeduliLindungi – meskipun, hingga sekarang masih ada kendala dalam integrasi status vaksinasi WNI di dalam negeri. 

Setelah kabar tersebut berhembus, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan cepat memberi tanggapan bahwa bukti vaksinasi di luar negeri akan tetap diperhitungkan sebagai syarat masuk ke fasilitas publik Indonesia, khususnya mal, meskipun dalam prakteknya mereka masih mengalami kendala dalam proses integrasi data ke PeduliLindungi. Langkah pertama demi tercapainya integrasi data vaksinasi WNI maupun WNA yang melakukan vaksin di luar negeri adalah dengan mendaftarkan data diri ke website yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan. Alur pendaftaran di website adalah sebagai berikut:

  1. Mengajukan verifikasi dan data melalui tautan https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/in
  2. Pihak Kemenkes akan melakukan verifikasi data untuk WNI, sedangkan bagi WNA proses verifikasi akan dilakukan oleh kedutaan asal negara masing-masing
  3. Berikutnya, pengaju akan mendapatkan hasil verifikasi dan persetujuan yang dikirim melalui surat elektronik
  4. Selanjutnya, pengaju melakukan login dan pendaftaran di aplikasi PeduliLindungi untuk mendapatkan hasil verifikasi, sekaligus mengecek status vaksinasi
  5. Proses selesai, aplikasi PeduliLindungi siap digunakan oleh WNI dan WNA

Jadi, benar ketika regulasi yang dibentuk belum dapat memfasilitasi masalah vaksinasi di luar negeri, memang ada pengunjung yang dipersulit ketika masuk mal di Indonesia. Namun, sekarang pemerintah sudah mulai memfasilitasi para WNI dan WNA yang menerima vaksin di luar negeri dengan layanan pendaftaran diri ke tautan resmi milik Kementerian Kesehatan. Kemudian, setelah diverifikasi,  data tersebut siap digunakan dan dapat dilihat dengan login ke aplikasi PeduliLindungi.

RUJUKAN

CNN Indonesia. “Data Vaksin di Luar Negeri ke PeduliLindungi”. Diunggah pada 1 Oktober 2021, pukul 07:25 WIB melalui https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210930212208-185-701796/cara-masukkan-data-vaksin-di-luar-negeri-ke-pedulilindungi

Kompas.com. “Viral Keluhan Warga Sempat Tak Boleh Masuk Mal karena Bukti Vaksin dari Luar Negeri”. Diunggah pada 13 Agustus 2021, pukul 19:10 WIB melalui https://www.kompas.com/tren/read/2021/08/13/191000665/viral-keluhan-warga-sempat-tak-boleh-masuk-mal-karena-bukti-vaksin-dari?page=all 

Penulis: Aini Nugraheni/Bul

Editor: Nazra Hanif Lutfiana/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here