Desa Bangun Bangsa: Sumbangsih Tim UGM di Tengah Keterbatasan Pandemi

Foto: Tim PHP2D (GAMAPI UGM)

Langkah strategis mahasiswa kerakyatan melalui pengembangan potensi masyarakat di desa binaan oleh  tim PHP2D UGM untuk membangun bangsa.

Mengenal PHP2D

Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau dikenal dengan sebutan PHP2D adalah pembaharuan dari program Kemendikbud Ristek PHBD. Kegiatan tersebut sudah diikuti UGM sejak beberapa tahun yang lalu, dapat dikatakan mahasiswa UGM sudah langganan berkontribusi dalam program ini. Tak hanya itu, di tahun ini berbagai tim yang berasal dari himpunan ataupun organisasi eksekutif mahasiswa ikut berpartisipasi untuk mengajukan ide-ide hebatnya agar memperoleh pendanaan dari Kemendikbud Ristek sebagai proses pengembangan desa binaan. “Ada 17 tim yang mengusulkan, yang lolos ada 10 tim,” jelas Ketua PHBD Center UGM Andhiko (Sekolah Vokasi ‘18).  Tim-tim tersebut mencakup Klinik Agromina Bahari UGM, BEM KM UGM, PHBD Center UGM, BEM FEB UGM, GAMAPI UGM, HIMAPA UGM, BEM Peternakan UGM, KMMP UGM, dan Jama’ah Shalahuddin UGM. Meski diterjang pandemi dan berbagai halangannya, kewajiban melaksanakan program tetap semangat dilaksanakan.

Foto: Tim PHP2D (GAMAPI UGM)

Dari Telang Menjadi Aneka Usaha

Seperti peluang yang dimanfaatkan Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik (GAMAPI) melalui transformasi salah satu program kerja himpunan yaitu Pengembangan Desa (PEMDES) menjadi PE-TRIFE: Pacarejo Empowerment 3F (Fun, Food, Fashion) di Desa Pacarejo dengan pemanfaatan telang sebagai bahan baku membuat produk food yaitu teh celup Anantea dan bunga kering Jumantara. Telang juga dipakai sebagai bahan membuat batik eco-print sebagai produk fashion yang dapat dijadikan buah tangan Desa Pacarejo, serta penyediaan paket wisata fun dengan pengembangan lokasi wisata. Menariknya, PE-TRIFE tidak direncanakan sedari awal oleh tim GAMAPI karena telah memiliki program himpunan di luar PHP2D untuk mengembangkan sebuah desa di Gunung Kidul. “Tidak pernah terbayangkan oleh aku dan teman-teman untuk mengajukan program kita ke PHP2D. Namun, jika dilihat ternyata ada kaitannya juga, yaitu sama-sama bertujuan mengembangkan desa. Lumayan bisa lebih totalitas kalo dapat pendanaan,” ujar Riska Gabriella (Manajemen dan Kebijakan Publik ‘19) selaku ketua tim PE-TRIFE. 

Rasa Penat yang Berharga 

Tantangan program PHP2D ini juga menjadi motivasi tersendiri, seperti yang dilakukan oleh Tim Pengembangan Sumber Daya Desa (PSDD PHBD Center UGM) diketuai oleh Najmuddin Muntashir ‘Abdussalam (Muntas). Dengan mengusung empat program utama, yaitu pengeringan magot, pembuatan pupuk cair dan kompos, ternak lele, dan peternakan ayam. Tim PSDD PHBD Center UGM bersama pihak Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Randu Alas melakukan kerja sama dalam merealisasikan program. Dalam proses realisasi empat program utama ini  memberikan warna baru dan tantangan tersendiri, tetapi motivasi yang kuat menjadi dorongan untuk menyelesaikan program ini sampai tuntas. “Yang menjadi alasan saya dan tim masih bertahan walaupun diterjang berbagai kesibukan sebagai mahasiswa, yaitu kebermanfaatan yang dirasa masyarakat dengan kepedulian mengabdi membuat penat kami menjadi berharga. Bahkan, tujuan awal membina desa menjadi lebih besar dengan datangnya ide-ide baru seperti saat ini kami membuat dan mempublikasi buku terkait empat lini program utama. Tentunya hal tersebut merupakan pencapaian yang belum kami bayangkan  sebelumnya dan menjadi kebanggan tersendiri bagi kami,” ujar Muntas (Teknik Industri ‘19) sekaligus ketua tim PSDD PHBD Center UGM. 

Di samping itu, pihak PHBD Center UGM juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memantau perkembangan program PHP2D setiap tim. Ini dilakukan agar para tim memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud Ristek. Nantinya, puncak acara dari PHP2D ini adalah acara Abdidaya Desa bersama seluruh peserta program bina desa lainnya seperti Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) dan Program Wira Desa (PWD) dengan salah satu rangkaian acara pemberian pendanaan lanjutan oleh Kemendikbud Ristek atas program terbaik bina desa.

Penulis: Fira Nursaifah, Naadhirah Aulia, Nisrina Nabila/Bul

Editor: Rizka Azzahra/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here