Penyuntingan Berita Multimedia: Potret Anak Muda dan Kreasi Konten Digital

Selasa siang (10/8),  Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), YouSure dan Surat Kabar Mahasiswa (SKM) UGM Bulaksumur mengadakan kegiatan Bincang Buku virtual YouSure “Anak Muda dan Profesi Kreasi Konten Era Digital.” Kegiatan ini merupakan diskusi virtual atas buku yang telah diterbitkan Yousure dan Departemen Ilmu Komunikasi UGM dengan judul “Panduan Menyunting Berita Multimedia Alternatif dari Departemen Ilmu Komunikasi UGM.”

Dimulai dari kelas Penyuntingan Berita

Acara dibuka dengan pemaparan latar belakang penerbitan buku oleh ketiga editor. Gilang Desti Parahita selaku editor buku menceritakan bahwa inisiasi buku ini diawali dari kegiatan belajar mengajar dengan mata kuliah Penyuntingan Berita di tahun 2020. Mulai dari sana, terbukalah gagasan untuk menyesuaikan penyuntingan berita dengan zaman. Ana Nadya Abrar juga sebagai editor menambahkan, “Zaman sekarang orang sudah beralih ke multimedia, rasanya agak aneh untuk kita tidak mencoba membicarakan juga tentang penyuntingan media.”

Total terdapat 16 kontributor/penulis yang bekerja sama dalam menyusun buku terbitan Youth Studies Centre Fisipol UGM. Editor buku yang juga merupakan dosen pembina SKM Bulaksumur UGM, Zainuddin Muda Z. Monggilo mengapresiasi penerbitan buku yang telah dicapai. “Tentu buku ini belum sama sekali menyentuh kata sempurna. Tetapi kalau kita kategorisasikan lebih spesifik untuk kalangan mahasiswa, kemudian lebih spesifik lagi untuk Departemen Ilmu Komunikasi, ini adalah sebuah kebanggaan.”

Tanggapan dari pengulas buku

Acara ini menghadirkan dua pengulas dari kalangan akademisi dan jurnalis. Keduanya adalah Albertus Magnus Prestianta selaku Pengajar dan Peneliti di Program Studi Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara dan Elin Yunita Kristanti sebagai wakil pemimpin redaksi Liputan6.com. Menurut Albertus, buku “Panduan Menyunting Berita Alternatif dari Departemen Ilmu Komunikasi UGM” merupakan wujud nyata dari kekhasan anak muda yang diimplementasikan dalam sebuah catatan. Alih-alih anak muda yang kerap disebut memiliki tingkat keterbacaan rendah, buku ini hadir sebagai penawarnya. Bukti bagi mahasiswa ketika memiliki bidang ilmu yang ditekuni, mampu merefleksikan dan memberikan aspirasi. “Saya yakin kalau ini didengungkan akan menjadi motivasi, menjadi penggerak. Saya percaya anak muda justru harus melakukan hal semacam ini, berpikir, mencoba mengalami, mencoba merefleksi, dan membagikannya kepada yang lain.” 

Albertus mengakui bahwa buku ini memberikan apa yang jarang diberikan buku-buku yang sifatnya praktis. Buku ini mencoba menawarkan teori dan implementasi. Meskipun begitu, masih ada ruang yang harus diisi. Ruang tersebut adalah bagaimana anak muda membuat konten berdasarkan versinya sendiri. Albertus berharap agar penulis tidak berhenti menulis buku ini dan mengambil peluang untuk membuat yang baru. Albertus juga mengharapkan adanya kolaborasi antar program studi atau bidang studi di UGM. “Siapa tahu kampus lain juga punya peluang yang sama. Bukunya jauh punya warna dengan konteks-konteks kedaerahan yang memberi tawaran baru untuk hal-hal yang bisa dikembangkan,” tambah Albertus.

Sementara itu, Elin menilai bahwa buku ini aplikatif bagi kalangan mahasiswa dan juga praktisi. “Buku ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga jurnalis pemula.” Buku ini bahkan menurutnya juga bisa bermanfaat bagi jurnalis yang sudah cukup lama, tetapi kurang mengikuti perkembangan yang sangat cepat ini. “Ini adalah bagian dari mengembangkan jurnalisme ke jalan yang benar,” ungkapnya.

Foto : Dok. panitia

Penyampaian isi buku oleh penulis

Bergabung pula Nadia Intan dan Mario Hadiwijaya yang merupakan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UGM sekaligus perwakilan penulis buku untuk berbagi kisah penulisannya di forum tersebut. Pada penjelasannya, Nadia menyampaikan bahwa pembahasan yang dipaparkan dalam buku mencakup jurnalisme secara praktis dan teoretis. Penulisan secara teoretis dituliskan pada 4 bab pertama yang menjelaskan jurnalisme multimedia, penyuntingan berita di era multimedia, editor dalam digital newsroom, serta etika dan jurnalisme multimedia. “Buku ini lanjutan dari teman-teman mahasiswa jurnalistik yang sebelumnya sudah belajar dasar-dasar jurnalisme. Bagian pertama sebagai pengantar merefleksikan ulang tentang berita itu apa dan khususnya berita multimedia itu seperti apa. Apakah konten multimedia itu hanya menggabung-gabungkan teks, video, foto, dan suara? Apakah hanya seperti itu atau seperti apa? Itu dijelaskan di bab pertama,” ungkap Nadia.

Mario menambahkan, pada bab ketiga merupakan bab pamungkas yang membahas mengenai editor dalam digital newsroom. Editor sebagai penjaga informasi memiliki fungsi untuk memisahkan informasi yang penting dan tidak, sebagai pengecek akurasi berita, dan merapikan desain. Terkait dengan penyuntingan berita multimedia, editor perlu memperhatikan keindahan desain, aksesibilitas telepon seluler, foto & video, serta takarir atau caption. Mario juga memberikan harapannya atas terbitnya buku yang diinisiasi oleh Departemen Ilmu Komunikasi UGM. “Semoga dengan terbitnya buku ini bisa menjadi pegangan bagi para pembelajar jurnalisme di bangku-bangku kuliah. Mungkin calon-calon jurnalis atau calon editor supaya mendalami pekerjaannya dan menjadi jurnalis atau editor yang tangguh di era digital,” pungkas Mario.

Tanggapan SKM Bulaksumur UGM

Melalui Raka Yanuar selaku Pimpinan umum SKM UGM Bulaksumur tahun 2020/2021, memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas terbitnya buku “Panduan Menyunting Berita Multimedia Alternatif dari Departemen Ilmu Komunikasi UGM.” Pada testimoninya, Raka menyampaikan bahwa buku ini dapat menuntun jurnalistik kampus dalam terbitan-terbitan berita multimedia. Selain itu, Raka juga menambahkan bahwa adanya cek fakta dalam penyuntingan berita multimedia dapat menciptakan berita yang berkualitas. “Apalagi ada sesuatu hal yang menarik yaitu mengenai cek fakta di dalam buku tersebut. Jadi itu nantinya akan sangat membantu kita untuk kedepannya. Demi menciptakan berita yang berkualitas dan tentunya lebih bisa menggaet para pembaca,” ucap Raka.

Siaran acara bincang buku dapat disimak kembali melalui pranala berikut https://www.youtube.com/watch?v=1czcM5ST88c. Sedangkan bukunya dapat diunduh secara gratis melalui https://yousure.fisipol.ugm.ac.id/buku/

Penulis: Aini Nugraheni dan Novidya Sekar/Bul

Editor: Hafis Ardhana/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here