Selvest Talk: Simple Mindset to Change Your Habits and Secure Career Prospect

Dok. panitia

Minggu, 6 Juni 2021, Aiesec UGM menyelenggarakan acara Selvest Talk bertemakan Simple Mindset to Change Your Habits and Secure Career Prospect. Selvest Talk adalah acara webinar yang mengundang beberapa narasumber hebat. Acara ini bertujuan untuk melihat dan mempersiapkan dunia kerja dengan membangun personal branding dan meningkatkan pengalaman kepemimpinan. Pada acara yang diselenggarakn hari minggu ini, Aiesec UGM mengundang Rakhee Bhatari, Kintan Adhyna, dan Esther Natalia sebagai narasumber.

Pembicara pertama, yaitu Rakhee Bhatari adalah seorang wanita muda yang sangat berprestasi dan bekerja di Unilever Indonesia sebagai Global Assistant Brand Manager. Beliau menceritakan pengalamannya serta memberikan tips untuk dunia kerja. Beliau mengatakan bahwa terdapat beberapa mitos pada dunia kerja, yaitu yang pertama bila sudah bekerja, maka tidak ada waktu untuk diri sendiri. Menurutnya, itu semua tergantung time management dari pribadi masing-masing. Dunia kerja memanglah padat, namun bila kita pintar untuk memanage waktu, maka pasti akan terdapat waktu lebih. Dunia kerja tidak se-hectic yang digambarkan oleh media. Menurutnya, media hanya menghiperbolakan. Lalu mitos lainnya adalah bila mengerjakan pekerjaan dengan cepat, maka pekerjaan akan bertambah. Menurut Rakhee, justru menunda-nunda pekerjaan hanya akan lebih membebani diri. Beliau pernah mengerjakan pekerjaannya H-jam dan alhasil pekerjaannya berantakan. Menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, justru akan mampu memudahkan pekerjaan dan tidak akan bertambah.

Setelah itu beliau memaparkan perbedaan dunia kuliah dengan dunia kerja, yaitu pada dunia kerja, kita sendiri yang mengatur jadwal kegiatan sehari-hari dan berbeda dengan dunia kuliah yang jadwalnya sudah diatur dengan KRS. Kemudian perbedaan selanjutnya adalah ketika kuliah, kita yang membayar, namun bila bekerja kita yang dibayar untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, pada dunia kerja, tanggung jawab yang dimiliki akan lebih besar dibanding dengan kuliah yang bisa semaunya.

Kemudian beliau juga memaparkan persamaan dunia kuliah dan kerja, yaitu yang pertama adalah proses belajar terjadi di keduanya. Pada dunia kuliah, terjadi proses belajar untuk naik ke level selanjutnya, seperti halnya mendapatkan mata kuliah baru. Namun proses belajar yang terjadi pada dunia kerja adalah penguasaan hal dan kemampuan tertentu untuk naik level, dalam hal ini, jabatan. Beliau juga memberikan tips-tips untuk mempersiapkan diri pada dunia kerja, yaitu meningkatkan skill pada bidang yang disukai, time management, dan stakeholder management.

Pembicara selanjutnya adalah Kintan Adhyna. Beliau adalah ASEAN Indonesia Youth Ambassador 2019 dan Sekretaris Jenderal BEM KM UGM. Kintan bercerita tentang bagaimana menjadi produktif pada saat kuliah dari perspektif mahasiswa. Sebelumnya, sebagai mahasiswa, kita harus mengetahui seperti apakah karakter diri sendiri. Karakter tersebut akan mendefinisikan seperti apakah kita. Beliau mengatakan bahwa sukses terdiri dari 50% mindset, 30% modelling, dan 20% hardwork. Cara untuk meraih kesuksesan tersebut adalah yang pertama dengan personal branding dengan memberitahukan kepada publik siapa kita dan skill apa yang kita miliki, kemudian inner agility, productivity, dan career development dengan meningkatkan skill yang kita miliki.

Kemudian pembicara yang terakhir adalah Esther Natalia. Beliau adalah CEO dari Produktifkuy dan manager tiktok talent dari Akademis.id. Esther menjelaskan bagaimana membuat individual development plan. IDP atau individual development plan adalah suatu alat berbentuk dokumen untuk membuat plan menjadi rinci dan terstruktur yang mempermudah untuk mengetahui langkah apa saja yang akan kita lakukan untuk mencapai goal tertentu. Beliau menyontohkan cara menyusun IDP dengan baik dan benar, dimulai dari menulis goal, kelebihan dan kekurangan, sampai langkah-langkah kecil yang akan dilakukan dengan jangka waktu. Menggunakan IDP akan sangat bermanfaat untuk men-tracking hal-hal apa saja yang belum dan sudah dilakukan untuk mencapai goal yang dituju.

Penulis: Yufa/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here