Field Camp Geofisika UGM 2021 sebagai Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Masa Pandemi.

Sebagai Agent of Change, mahasiswa diharapkan dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki guna memberikan perubahan yang lebih baik bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini dituangkan dalam salah satu poin dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Penelitian, yang menuntut mahasiswa dan kampus untuk memiliki basis terhadap riset dan pengembangan agar nantinya menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, dan kreatif. Untuk itu, Field Camp Geofisika UGM 2021 hadir sebagai suatu upaya dalam mengimplementasikan poin penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut.

Field Camp Geofisika UGM 2021 sendiri merupakan proyek akhir yang dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat akhir Program Studi Geofisika Universitas Gadjah Mada, yang berperan sebagai media untuk mengimplementasikan ilmu dan metode geofisika yang telah dipelajari dalam perkuliahan secara terpadu dalam sebuah penelitian. Mengusung tema “Incorporating Near Surface Geophysical Studies For Urban Development In The Special Region Of Yogyakarta”, kegiatan Field Camp Geofisika UGM tahun 2021 ini berfokus pada survei geofisika dengan kedalaman dangkal untuk bidang geoteknik. Berdasarkan tema tahun ini, Field Camp Geofisika UGM 2021 bertujuan untuk mengetahui keadaan geologi bawah permukaan dan tingkat kerentanan beberapa bangunan yang berada di lingkungan kampus UGM. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi poin Penelitian dan Pengembangan serta wujud kegiatan UGM sebagai salah satu pelopor perguruan tinggi nasional yang berfokus pada riset, sehingga kegiatan ini didukung penuh oleh Faculty Advisor, Ketua Program Studi Geofisika UGM, Ketua Departemen Fisika UGM, serta Dekan FMIPA UGM. Selain itu, kegiatan ini juga tentunya bekerjasama dengan pihak Rektorat, Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) UGM, hingga Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 UGM. 

Sebagai bentuk persiapan mahasiswa untuk menghadapi kegiatan utama dari acara ini, yakni penelitian geofisika yang berupa akuisisi data lapangan dan pengolahan data, mahasiswa dibekali dengan pendalaman materi melalui kegiatan Pre-Event seperti Geophysical Method Study Club yang telah dilaksanakan sebanyak 11 kali selama bulan Januari hingga Februari 2021. Selain itu, Pre-Event lainnya juga dilaksanakan dengan mengundang beberapa Akademisi Kampus, seperti Bapak Hendy Setiawan, Ph.d. untuk membawakan Seminar Basic Geotechnics,  Bapak Dr. Wahyu Wilopo, S.T. M.Eng. dalam Seminar Urban Planning, dan Bapak Dr.rer.nat. Ir. Doni Prakasa Putra, S.T., M.T., IPM. dalam Seminar Hydrogeology. Menutup rangkaian Pre-Event dari Field Camp Geofisika UGM 2021, Seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga telah dilaksanakan dengan mengundang Bapak Denis Wicaksono Purnama, S.KM. yang merupakan Praktisi Ahli dari PT Virama Karya (Persero).

Kegiatan akuisisi data lapangan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Maret 2021 dan 12-14 Maret 2021 di GOR bagian barat Stadion Pancasila yang terhenti pembangunannya, dan juga pada beberapa gedung di UGM mulai dari Gedung Grha Sabha Pramana (GSP), Balairung, KPTU Sekolah Vokasi, hingga Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Pascasarjana. Metode pengukuran geofisika yang dilakukan pada pelaksanaan Field Camp 2021 ini antara lain Metode Seismik Refraksi, Metode Multichannel Analysis of Surface Wave (MASW), Metode Mikroseismik, dan Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT). Kegiatan lapangan ini tentunya dilaksanakan dengan menerapkan Standar Protokol Kesehatan Covid-19 dan HSE, seperti dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, menjaga jarak, dan disinfektasi alat-alat pengukuran. Beberapa hari sebelum ke lapangan, baik itu peserta, asisten, dan volunteer juga menjalani Genose Test untuk memastikan semua dalam kondisi sehat.

Gambar 1. Akuisisi Metode Mikroseismik di Gedung PAU
Gambar 2. Akuisisi Metode Electrical Resistivity Tomography di barat Stadion Pancasila UGM
Gambar 3. Akuisisi Metode Mikroseismik di Gedung SV

Selain kegiatan akuisisi data lapangan, kegiatan lainnya yang merupakan Main Event dari Field Camp Geofisika UGM 2021 ini adalah kegiatan pengolahan data yang dimulai pada tanggal 15 hingga 22 Maret 2021 secara daring. Kegiatan secara daring ini tentunya memiliki tantangan tersendiri, mulai dari sinyal internet yang terkadang mengalami gangguan hingga komunikasi antar peserta yang dinilai menjadi kurang efektif. Meskipun begitu, kegiatan pengolahan data ini tetap dapat dijalankan dengan lancar oleh para mahasiswa pada akhirnya. Anandito Restu Pratama, salah satu mahasiswa peserta Field Camp Geofisika UGM 2021 beranggapan bahwa kegiatan daring seperti ini memang sedikit menyulitkan, tetapi tetap dapat dijalankan secara efektif apabila dilakukan dengan strategi yang tepat. 

“Kunci utamanya menurut saya adalah dengan menumbuhkan solidaritas dan saling percaya antar anggota satu tim. Suasana chat ataupun online meetingnya juga harus dibuat senyaman mungkin, dan pastikan bahwa tiap anggota tim tetap merasa dihargai dan dipercaya untuk melakukan jobdescnya dari jarak jauh.” ujar Dito. 

Setelah selesai dengan kegiatan akuisisi dan pengolahan data, tiba lah saatnya para mahasiswa menyampaikan hasil akhir dari penelitian yang telah mereka lakukan kepada para Dosen dan Asisten dari program studi Geofisika UGM pada kegiatan Final Presentation tanggal 25 – 26 Maret 2021. Namun sayangnya, kegiatan ini juga terpaksa harus dilaksanakan secara daring. Kendati demikian, Final Presentation yang menjadi puncak dari rangkaian Field Camp 2021 ini tetap dapat berjalan dengan baik, direpresentasikan dengan tetap terciptanya diskusi yang aktif antara Mahasiswa, Asisten, dan Dosen. Para dosen, khususnya, banyak sekali memberikan saran dan evaluasi terkait hasil penelitian yang telah disampaikan oleh para mahasiswa. Dari penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa Geofisika UGM ini, didapatkan kesimpulan bahwa gedung-gedung di UGM yang telah diteliti memiliki tingkat kerentanan rendah, atau dengan kata lain sudah memiliki standar konstruksi yang cukup baik. Sedangkan penelitian yang dilakukan di bangunan GOR bagian barat stadion pancasila menunjukkan bahwa karakteristik tanah masih kurang baik secara geoteknik sehingga direkomendasikan penggunaan pondasi yang dalam jika pembangunan gedung tersebut dilanjutkan.

Gambar 4. Final Presentation Hasil bersama Bapak Ibu Dosen 

“Harapan kami kedepannya hasil penelitian ini dapat berguna bagi kegiatan pra-pembangunan di UGM, menjadi referensi bagi penelitian lanjutan yang akan berlangsung, dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengabdi untuk negeri.” ujar Jordy Reformeras Salaam, selaku Ketua Field Camp Geofisika UGM 2021. Tak sampai di situ, sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan Field Camp Geofisika UGM 2021 ini, para mahasiswa dibantu dengan volunteer juga melaksanakan kegiatan Social Project pada tanggal 27 Maret 2021 berupa pembagian Masker dan Hand Sanitizer kepada masyarakat di kawasan sekitar kampus UGM.

Gambar 5. Social Project sebagai Post Event Field Camp 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here