Peminjam Menurun, Sepeda Kampus Menganggur

Peminjam Menurun, Sepeda Kampus Menganggur

Sebagai penunjang aktivitas mahasiswa di kampus, Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan berbagai fasilitas kepada seluruh sivitas akademik, salah satunya melalui sepeda. Sepeda kampus merupakan the next generation dari sepeda hijau yang dikelola oleh beberapa pusat studi UGM. Tapi dalam perkembangannya, sepeda kampus lebih baik dari segi penanganan dan pelayanan karena memiliki 13 stasiun sepeda yang tersebar hampir di seluruh penjuru kampus, ditambah pula dengan pelayanan terkomputerisasi yang memudahkan sistem peminjaman.

Namun pandemi covid-19 yang mengharuskan mahasiswa belajar dari rumah otomatis membuat pengguna sepeda kampus menurun drastis. Muhammad Hanafi Roihan selaku Koordinator Urusan Sepeda Kampus mengungkapkan, “Persentase peminjaman sepeda kampus sangat menurun drastis. Hal Ini dapat dilihat dari pemakaian sebelum pandemi, misalnya di Stasiun Gelanggang yang merupakan stasiun peminjam tertinggi. Sehari bisa ratusan customer yang memakai sepeda. Namun, keadaannya terbalik sekarang, untuk mencapai sepuluh sepeda saja tidak sampai, bahkan peminjam bisa dihitung dengan jari,” ujarnya ketika diwawancarai Kamis (25/2).

Menurunnya peminjam sepeda kampus tentunya berdampak pada kondisi sepeda. Ketiadaan peminjam membuat fasilitas roda dua yang jumlahnya mencapai ratusan itu menganggur tak terpakai. Padahal, jika terlalu lama diabaikan, sepeda akan lebih mudah rusak. Untuk itulah, Hanafi meyakinkan bahwa rutinitas pengecekan sepeda selalu dilakukan agar kondisinya tetap terjaga walaupun tidak digunakan. “Perawatan sepeda mau tidak mau harus dilakukan secara manual. Petugas kami setiap hari selalu turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Baik sebelum pandemi maupun saat pandemi. Kami rutin untuk bekerja,” ujar Hanafi.

Pengecekan yang berkala dilakukan oleh pegawai sepeda kampus rutin setiap harinya. Mulai dari menambah pelumas pada rantai, memompa ban yang kempes, mengelap bagian sepeda dan jika ditemukan kerusakan pada sepeda, pegawai segera membawa sepeda ke bengkel atau diperbaiki di tempat jika kerusakannya ringan. Pelayanan sepeda kampus pun harus beradaptasi dengan situasi pandemi saat ini. Untuk stasiun yang masih beroperasi, Hanafi mengatakan jika penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat. Baik pegawai maupun peminjam, semuanya harus menerapkan anjuran pemerintah seperti jaga jarak dan memakai masker. Sedangkan untuk peminjaman, sistemnya tidak berubah yaitu tetap dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa kepada petugas untuk mendapat nomor ID sepeda.

Menurut, Nuryadi selaku Staf Urusan Sepeda Kampus, Mobil Listrik, dan Kantin, selama ini peminjaman dilakukan dengan sistem bergilir agar semua sepeda bisa digunakan. Meskipun ia juga mengakui, terkadang masih saja ada petugas yang menggunakan jalan pintas dengan memberikan sepeda yang sama terus-menerus karena dianggap yang beroperasi paling baik.

Terakhir, baik Hanafi maupun Nuryadi menyatakan keprihatinannya mengingat peminat sepeda kampus yang terus menurun. Mereka ingin jika sepeda kampus akan tetap eksis walaupun ditengah pandemi seperti ini. Hanafi juga berharap agar lebih banyak mahasiswa yang terus mau memanfaatkan fasilitas ini, sehingga dapat menunjang pengembangan lingkungan kampus yang nyaman dan ramah lingkungan. “Karena perlu diketahui bahwa sepeda-sepeda tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa. Sepedanya gratis, sudah dirawat, dijaga dan dikelola. Kalian hanya perlu memakai sepedanya saja,” pungkasnya.

Penulis: Elisa Obelia, Fira N Marsaoly

Editor: Seftyana Aulia Khairunisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here