Strategi Unik UKM Sepakbola dan Futsal UGM Untuk Bangkit

ilus-ukm-sepakbola
ilus/syifa

Sepakbola dan futsal merupakan kegiatan olahraga yang populer di berbagai kalangan. Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang di dalamnya dapat menyalurkan minat dan bakat bagi mahasiswa atau mahasiswi yang tertarik dengan olahraga sepakbola dan futsal. UKM Sepakbola dan Futsal UGM berdiri sejak 1 Oktober 1950 yang terbentuk tiga divisi yaitu sepakbola, futsal putra, dan futsal putri. Setiap minggunya, para pemain sepakbola melakukan latihan di Stadion Pancasila pada hari Selasa dan Rabu sore. Selain dapat menyalurkan minat dan bakat, ada kegiatan rutin setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh UKM Sepakbola dan Futsal UGM yakni Piala Pancasila dan UGM FC yang termasuk kompetisi nasional. 

Beberapa waktu lalu UKM Sepakbola dan Futsal UGM sempat mengalami kondisi yang  lesu. Salah satu pengurus UKM ini yang bergabung sejak tahun 2018 yaitu Muhammad Zain Wirasena (Fisipol’18) yang bertugas sebagai Manajer Tim Sepakbola, menemui beberapa masalah. Padahal kondisi pada 2018 awal saat dirinya baru bergabung, UKM ini sedang mengalami titik puncak performa dari pemain senior angkatan sebelumnya. “Akhir 2018 saya menemukan banyak masalah mulai dari kosongnya regenerasi untuk pemain muda, sistem latihan dan pembinaan kurang tertata, chemistry yang tak bersambung antara angkatan lama dan angkatan baru, polarisasi antar angkatan, semangat yang rendah, komitmen yang kurang dari pemain baru, serta kerjasama yang kurang di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.

Masalah yang ditemui oleh Zain membawanya untuk melakukan perubahan untuk UKM Sepakbola dan Futsal UGM dengan melakukan riset singkat melalui jejak pendapat dan wawancara sebagai strategi untuk meningkatkan performa dan bangkit dari keterpurukan. Dari riset singkat tersebut, menghasilkan program kerja yang menitikberatkan pada pembangunan bukan pada prestasi. Terdapat program kerja yang dirancang diantaranya Pengistimewaan dan Edukasi Pemain, Chemistry Boost Exercise, Regenerasi Kilat, dan Pengarsipan. Dari keempat program kerja yang paling mempengaruhi adalah Pengistimewaan dan Edukasi Pemain, “Semua program punya fungsinya masing-masing serta saling menutupi kelemahan antar program. Namun pengistimewaan pemain sangat efektif karena program itu sama dengan penghargaan atas kerja keras pemain,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (28/01). 

Pengistimewaan dan Edukasi Pemain berupa media branding yang menarik pemain untuk datang latihan dan pemain akan merasa senang dengan adanya orang luar yang memberikan atensi lebih sehingga membuat pemain lebih diperhatikan. Selain itu, ada beberapa hal yang diperhatikan juga yaitu pembaharuan alat dan sarana akan meningkatkan kualitas latihan, perpustakaan buku sepakbola yang dapat mengembangkan pengetahuan sepakbola, dan friendly match yang akan menambah pengalaman dalam bertanding. Semakin banyak pengalaman bertanding maka semakin pula pelajaran yang dapat diambil. Dilansir dari strategi yang menarik, menjadikan UKM Sepakbola dan Futsal UGM mengalami peningkatan pemain, meraih berbagai kejuaraan nasional dan internasional, serta bangkit dari keterpurukan dimana satu persatu masalah yang ada terselesaikan melihat ada perubahan yang mendasar.

Selama Zain Wirasena menjadi Manajer Tim Sepakbola, Zain dapat mengembangkan bakatnya di bidang sport management dan sport development. Mahasiswa yang akan masuk semester enam tahun ini juga mendapat koneksi dengan alumni maupun orang yang ahli di bidang sepakbola dan futsal UGM. Adapun harapan untuk kepengurusan di tahun ini “UKM Sepakbola dan Futsal UGM di tahun 2021 giat berinovasi demi ketahanan dan kestabilan serta eksistensi mereka dalam sepakbola dan futsal di kancah nasional. Semoga juga pandemi segera berakhir agar kami dapat berkumpul dan berlatih secara utuh seperti sedia kala,” tuturnya.

Reporter: Shofa Fachrina/ Bul
Editor: Zaky B/ Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here