Makna Natal Bagi Sekber Rohani

Source: freepik

Ada yang berbeda dari perayaan natal tahun ini. Pandemi yang belum usai mengharuskan perayaan natal menyesuaikan diri.

(25/12) merupakan hari raya natal yang dirayakan di seluruh dunia. Tidak terkecuali oleh teman-teman mahasiswa Unit Kerohanian Kristen (UKK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka telah sukses melangsungkan perayaan natal pada (5/12) kemarin, walaupun masih berada di tengah pandemi. Perayaan ini mengangkat tema “Gema Kasih dalam Warna Budaya” serta dilaksanakan secara daring. Wiranda Prasetyo Girsang (FH’17), selaku ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UKK menuturkan bahwa alasan mereka memilih tema ini karena ingin menunjukkan warna budaya di Indonesia. “Walaupun warna budaya yang kita miliki berbeda-beda, tetapi kalau kita bisa berlandaskan kasih, perbedaan itu bukan menjadi pembeda diantara kita. Melainkan, perbedaan ini ketika disatukan menjadi warna yang indah dan menjadi hal yang istimewa serta menarik,” ujar Wiranda.

Suka duka dirasakan oleh anggota UKK. Wiranda mengatakan, “duka dalam perayaan natal tahun ini sangat terasa sekali ketika dalam proses open recruitment kepanitiaan, banyak sebenarnya yang antusias mengikuti kepanitiaan natal tahun ini, tapi karena adanya pandemi dan keberadaan mahasiswa yang berminat saat itu tidak berada di Jogja.” Selain duka, suka tentunya dirasakan oleh mereka saat merayakan natal di kampus. Banyak hal baru yang bisa dipelajari dengan diselenggarakannya perayaan natal di masa pandemi.

Wiranda juga mengatakan bahwa antusias anggota UKK cukup tinggi dalam merayakan natal. Dukungan dari UGM yang memperbolehkan proses pengambilan live streaming dengan menggunakan Lapangan Pancasila sebagai tempat dalam pengambilan video. “Dalam video kita mempertontonkan sebuah tempat seperti Lapangan Pancasila beserta Grha Sabha Pramana yang menjadi gedung iconic UGM dan setelah itu dipertontonkan di media massa dan mendapat antusias serta apresiasi dari ribuan massa yang menonton,” jelas Wiranda.

Natal dapat pula dimaknai dengan cara lain seperti yang dilakukan oleh Anastasia Dea Puspita (Fisipol’17), selaku Presidium Internal Misa Kampus UGM. “Menurut kami, kebahagian natal itu tidak melulu identik dengan perayaan yang ramai dan megah. Cukup dengan berbagi apa yang kami miliki dengan orang-orang yang mungkin lebih membutuhkan sudah lebih dari cukup. Selain itu momen natal saat ini bisa menjadi salah satu sarana bagi kita untuk merenungi hal-hal apa saja yang sudah kita miliki dan apakah kita sudah cukup bersyukur atasnya”, Jelas Anas.

Tiap anggota Misa Kampus menyalurkan donasi untuk memaknai natal ini secara individu. Penyaluran dana tersebut juga diberikan kepada gereja masing-masing anggota. Menyebarnya anggota Misa Kampus ke daerahnya masing-masing menjadi pilihan yang diambil atas pertimbangan diadakannya kuliah secara daring semester ini. Maka cara tersebut menjadi jalan yang dipilih untuk menyalurkan donasi yang telah terkumpul ke daerah masing-masing.

Perbedaan perayaan natal dengan tahun 2019 sangat dirasakan, tetapi perbedaan yang terjadi di tahun 2020 ini menjadi perbedaan yang positif. Wiranda mengatakan bahwa perayaan natal tahun 2019 menjadi perayaan natal yang dilaksanakan hanya dengan datang ke kampus dan dapat ditebak bahwa mahasiswa atau masyarakat yang datang merupakan orang-orang yang tinggal di sekitar wilayah Yogyakarta. Tetapi, untuk tahun ini, Wiranda merasa bahwa perayaan ini sangat luar biasa karena perayaan natal di UGM bisa juga dirasakan oleh orang-orang yang berada di luar Yogyakarta. “Dengan online ini kita tidak terbatas oleh waktu dan tempat, ketika on air, semua orang bisa menyaksikan dan menikmati acara ini”, unkap Wiranda.

Harapan untuk tahun depan

“Aku harap ya di tahun 2021 nanti, UGM, khususnya mahasiswa-mahasiswa kristiani bisa menjadi suatu hal pembeda karena nama UGM sangat dikenal secara luas dan kami ingin menunjukkan bahwa UGM sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi pada semua hal khusunya budaya”, tambah Wiranda. Rasa syukur juga tidak lupa diucapkan oleh Wiranda karena telah bergabung dalam UKK UGM yang menjadi panutan dan teladan bagi mahasiswa universitas lain dalam melakukan berbagai kegiatan positif.

Harapan untuk tahun 2021 juga diutarakan oleh Anas. “Harapannya, semoga meskipun pandemi menyulitkan kita berkumpul secara fisik, tapi kekeluargaan tetap terjaga”, ujar Anas. Kekeluargaan ini dapat diartikan dalam lingkup organisasi, pertemanan, atau keluarga itu sendiri.

Penulis: Rizka Azzahra dan Zaky B/ Bul
Editor: Hafis Ardhana / Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here