How to Deal with Stress

Ilus: Rinda/Bul

Akhir-akhir ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Semenjak pandemi Covid-19 melanda, semua hal berjalan tidak seperti biasanya. Banyak di antara kita yang akhirnya merasa gelisah. Perasaan gelisah ini dapat muncul karena rutinitas kehidupan yang berubah, banyak rencana yang sudah dibuat tapi akhirnya hanya jadi wacana, tidak bebas melakukan sesuatu seperti biasanya, gelisah karena banyak orang yang gelisah, atau malah gelisah karena masih saja ada orang yang tidak gelisah dengan keadaan dunia ini. Sebenarnya, gelisah itu wajar, namun jika terjadi secara terus-menerus, maka dapat menimbulkan stres. Dengan adanya stres, konsentrasi akan berkurang dan akan lebih sulit memecahkan masalah. Hal ini tentu membuat keadaan lebih runyam. Banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dengan maksimal karena stres yang mengganggu secara terus menerus. Nah, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar stres tidak terus-terusan mengganggu.

  1. Sadari tidak hanya kamu yang mengalaminya

Perlu diingat bahwa pandemi ini tidak hanya terjadi di lingkungan sekitar kita saja, melainkan hampir semua negara di dunia ini mengalaminya. Jadi, kamu tidak sendirian, ada banyak orang yang juga mengalami hal yang sama. Ingat juga bahwa it’s okay to be not okay. Coba hubungi teman-teman lain untuk sekadar berkabar atau berbagi keluh kesah agar perasaan lebih lega. Jangan lupa untuk saling mendukung dan menenangkan juga, ya!

2. Sambat secukupnya

Hal yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika sudah mulai merasa stres adalah sambat. Sambat memang menyenangkan sebab bisa menjadi pelampiasan kegelisahan, kemarahan, dan emosi negatif lainnya. Dilansir dari Mojok.co, ternyata sambat mempunyai efekmenyehatkan, lho! Ketika sambat, emosi negatif ikut terbuang sehingga kita menjadi lebih lega. Namun, sambat lah secukupnya saja. Terlalu sering sambat justru dapat membuat stres semakin bertambah dan mengundang hawa negatif lainnya.

3. Melakukan social media distancing

Dilansir dari Rukita.co, terlalu berlebihan dalam menggunakan media sosial ternyata dapat menambah stres. Membaca informasi-informasi yang kurang mengenakan, melihat postingan teman yang sedang bersenang-senang, atau membaca tweet kemarahan orang terkadang membuat bete dan memperburuk keadaan emosional batin kita. Untuk itu, batasi lah waktu penggunaan media sosial. Jauhkan handphone dari tempat yang mudah terlihat dan nyalakan notifikasi hanya untuk hal-hal yang penting saja.

4. Fokus terhadap apa yang bisa kamu kendalikan

Dikutip dari Mojok.co, ada yang disebut sebagai dikotomi kendali pada diri manusia. Kendali ini terbagi menjadi dua hal, yaitu hal yang tidak bisa dikendalikan seperti pikiran serta persepsi orang lain dan hal yang bisa dikendalikan seperti pikiran, persepsi, serta tindakan diri sendiri. Selama kita fokus terhadap hal yang tidak bisa kita kendalikan, kecemasan justru akan terus menghantui. Sulit untuk membuat orang lain berpikir seperti kita. Namun, kita bisa mengendalikan 100% pikiran dan semua yang ada pada diri kita.

5. Alihkan perhatian

Pikirkan hal-hal yang terasa menyenangkan bagi diri sendiri untuk mengalihkan perhatian dari stres. Membaca novel, mendengarkan podcast dan musik, melukis, bermain game, atau melakukan kegiatan lainnya juga dapat membantu mengalihkan pikiran dari hal-hal yang mengganggu. Jangan lupa juga, saat mengobrol dengan keluarga atau teman, jangan terlalu fokus membahas hal-hal yang justru membuat stres, ya!

6. Berpikir positif

Memang agak susah untuk berpikir positif ketika stres melanda, tetapi bukankah menghadapi krisis dengan pikiran negatif juga tidak akan menyelesaikan masalah? Berpikir positif bisa dilakukan dengan hal-hal kecil seperti mengatakan “everything is gonna be okay” kepada diri sendiri di depan cermin. Bisa juga dengan menempel kalimat-kalimat positif di dinding kamar dan menjadikannya wallpaper di layar handphone.

Kamu bisa memilih salah satu atau mengombinasikan beberapa cara yang membuat kamu nyaman. Ingat, tidak apa-apa untuk kamu merasa tidak baik-baik saja. Keadaan seperti ini wajar, kok, dialami oleh siapa saja dan kamu pasti bisa melewatinya. Semoga beberapa cara di atas dapat membantu ketika stres melanda, ya!

Referensi:

Riyanto. (2020). Daripada Keseringan Sambat, Mending Praktekin Filsafar Stoa biar Tetap Waras dan Bahagia. Diakses pada 2 Juni 2020 melalui https://mojok.co/terminal/daripada-keseringan-sambat-mending-praktekin-filsafat-stoa-biar-tetap-waras-dan-bahagia/p

Conita Chairunnisa. (2020). 7 Tips Detoks Media Sosial agar Terhindar Stres Selama Social Distancing. Diakses pada 3 Juni 2020 melalui https://www.rukita.co/stories/tips-detoks-media-sosial/

How to Deal with (and Overcome) Burnout. (2018). Diakses pada tanggal 2 Juni 2020 melalui https://www.valetmag.com/living/career/2018/how-to-prevent-burnout-stress-management-120318.php

Jeremy Dean. (2014). How to Deal with Anxiety and Stress. Diakses pada 2 Juni 2020 melalui https://www.spring.org.uk/2014/07/how-to-deal-with-stress-and-anxiety-10-proven-psychological-techniques.php

Penulis : Frastiwi Widya Azkiyya/Bul
Editor : Hafiza Dina Islamy/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here