Physical distancing: Pengganti Istilah Social Distancing, Efektifkah?

Physical_Distancing
Ilus:Tiara/Bul

Social distancing merupakan istilah yang digunakan oleh seluruh orang di dunia untuk mencegah penyebaran jenis Covid-19 yang berasal dari Tiongkok. Akan tetapi, istilah ini dinilai kurang efektif sehingga diubah menjadi physical distancing. Dua istilah itu memiliki arti yang berbeda dan dalam penerapannya akan mempengaruhi pemahaman orang-orang di seluruh dunia.

Physical distancing lebih tepat digunakan

Diam di rumah, membatasi aktivitas di luar rumah, dan tidak mendatangi tempat yang ramai merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan saat terjadi penyebaran Covid-19. Istilah yang dikenal dalam menjaga jarak tersebut  adalah social distancing. Akan tetapi dilansir dari kompas.tv[1]  pada (24/3), World Health Organization (WHO) mulai mengganti istilah ini dengan physical distancing karena dinilai sebagai kesalahan dalam pengertiannya. Para pakar di dunia pun menyetujui pergantian istilah tersebut karena dinilai tidak efektif apabila diartikan secara menyeluruh.

Social distancing dapat diartikan seperti orang yang menjaga jarak sosial dengan tidak berkomunikasi satu sama lain. Hal ini menjadi janggal karena manusia digambarkan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Istilah social distancing akan membuat orang-orang berpikiran bahwa mereka tidak hanya menjaga jarak fisik tapi juga jarak sosial. Padahal orang-orang masih bisa berinteraksi menggunakan teknologi walaupun tidak bertemu secara langsung.

Atas dasar tersebut, WHO memperbaiki kesalahan penggunaan istilah social distancing menjadi physical distancing. Istilah physical distancing ialah menjaga jarak satu sama lain secara fisik sehingga tidak membuat orang-orang berhenti untuk berkomunikasi. Menjaga jarak fisik satu sama lain merupakan tindakan yang wajib dilakukan oleh semua orang yang berada di negara yang saat ini diterpa wabah Covid-19. Pengurangan aktivitas di luar rumah seperti pergi berkumpul dengan teman merupakan contoh dari physical distancing. Hal ini tentu tidak akan membatasi interaksi sosial karena pertemuan dengan teman atau keluarga yang jauh dapat dilakukan melalui teknologi seperti media sosial.

Lebih efektif daripada lockdown

Setiap negara akan menggunakan kebijakan yang berbeda untuk mencari jalan keluar dari maraknya wabah Covid-19. Beberapa negara ada yang memberlakukan lockdown bagi negara mereka dan ada juga yang memberlakukan physical distancing. Perbedaan kebijakan yang digunakan ini berdasarkan karakter dari masing-masing negara. Indonesia sebagai salah satu negara yang sudah terserang wabah Covid-19 lebih memilih untuk memberlakukan physical distancing.

Pemilihan kebijakan physical distancing ini didasari dari kedisiplinan masyarakat Indonesia dalam mematuhi aturan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Banyak masyarakat Indonesia yang masih menganggap remeh virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut. Maka dari itu, melalui video conference pada (24/03) lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa langkah yang harus diambil oleh negara kita adalah physical distancing karena memang menjaga jarak fisik adalah yang utama saat ini untuk dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Physical distancing memang lebih efektif daripada lockdown, jika diterapkan di Indonesia. Langkah ini sangat cocok dengan kondisi di Indonesia yang memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Apabila lockdown diterapkan, maka hal ini akan menganggu hubungan sosial dan komunikasi di masyarakat. Maka dari itu, penerapan physical distancing tidak akan memutuskan komunikasi antar masyarakat. Mereka masih bisa berinteraksi bersama tetangga dengan menjaga jarak aman satu sama lain minimal satu setengah meter dan menggunakan masker. Masyarakat juga masih dapat saling menolong dengan orang yang sangat membutuhkan.

Alasan lain yang menjadikan penerapan physical distancing lebih efektif daripada lockdown adalah kondisi kemiskinan di Indonesia. Kemiskinan di Indonesia saat ini masih menjadi masalah yang belum tuntas. Ketika kebijakan seperti lockdown diterapkan maka akan menyulitkan mereka yang bergantungan pada dunia luar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya yaitu pedagang kaki lima dan ojek online. Dengan adanya penerapan physical distancing maka mereka tetap bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus #dirumahaja.

Dengan mempertimbangkan keefektifan physical distancing, pemerintah diharapkan dapat melakukan peningkatan dalam menyampaikan pentingnya penerapan physical distancing di lingkungan. Selain itu, pemerintah juga dapat menyampaikan cara melakukan physical distancing yang baik dan benar. Hal ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat yang paham dan dapat menerapkan physical distancing yang baik. Jika masyarakat dapat menerapkan physical distancing dengan baik, maka laju pertumbuhan kasus Covid-19 akan semakin melambat.

Penulis: Rizka Azzahra Natasha/Bul
Editor: Desi Y/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here