Toy Story 3: Mengulik Kembali Film Animasi Tersukses Dekade Lalu

thumbnail-toy-story-3
toy story 3

Judul film : Toy Story 3
Tanggal rilis : 18 Juni 2010
Durasi : 103 menit
Genre : Komedi animasi

Pada salah satu kelas tutor writing semester lalu, tutor kami menyetelkan trailer dari film Toy Story 3dan meminta para mahasiswa untuk menebak tone dari trailer film tersebut. Entah kenapa, saya justru terfokus dengan isi dari trailerfilm tersebut alih-alih mencoba untuk menebak tone trailer film tersebut. Film ini membuat saya flashback akan masa kecil dulu saat film ini baru dirilis. Film ini merupakan film yang booming pada awal dekade lalu. Banyak orang ingin melihat kelanjutan cerita dari serial Toy Story 2setelah menanti delapan tahun. Kisah Woodydan kawan-kawan yang seru yang dibalut dengan kualitas animasi yang apik membuat orang-orang dari berbagai usia antusias menyambut film ini. Kenangan akan film tersebut membuat saya tergerak untuk menonton kembali film Toy Story 3ini.

Toy Story 3 merupakan film lanjutan dari serial film Toy Story dan Toy Story 2. Toy Story menceritakan tentang Andy, seorang anak laki-laki yang masih berusia sembilan tahun yang sangat suka bermain dengan mainan-mainan pemberian ibunya. Woody, menjadi mainan kesayangannya di antara mainan-mainan lainnya. Kisah Andy dan mainan-mainannya berlanjut di film Toy Story 2. Pada film ini, ada mainan baru Andy yang bernama Buzz Light Year. Woody, dan Buzz mengalami perseteruan dan petualangan yang berakhir pada persahabatan di antara mereka.

Berbeda dari kedua film sebelumnya, di film Toy Story 3 Andy sudah tumbuh dewasa dan akan memasuki perguruan tinggi. Ia sudah tidak memainkan mainan-mainannya lagi. Andy harus berkemas-kemas sebelum pindah ke asrama dan membereskan isi kamarnya. Andy berencana untuk memindahkan mainan-mainannya ke loteng dan hanya membawa Woody. Hal itu membuat si Woody, Buzz, dan mainan-mainan lain merasa sedih. Apalagi selama ini mereka hanya disimpan di dalam sebuah kotak. Andy memasukkan mainan-mainannya yang akan dipindahkan ke loteng ke dalam sebuah kantung plastik besar dan menaruhnya di dekat tangga. Sayangnya, ibu Andy mengira plastik tersebut adalah sampah dan membawanya ke tempat sampah. Kekacauan pun terjadi. Untungnya, para mainan berhasil melarikan diri dan ikut bersama mainan yang akan disumbangkan ke Sunnyside, sebuah tempat penitipan anak. Woody yang mengikuti mereka berusaha meyakinkan bahwa Andy akan tetap menjaga mereka dan mengajak teman-temannya untuk keluar dari Sunnyside.Teman-temannya menolak ajakan Woody dan memilih untuk tetap bertahan di Sunnyside. Di Sunnysideini, Woody dan teman-teman mengalami sebuah petualangan yang seru sekaligus menghibur untuk ditonton. 

Meski film ini adalah film animasi anak-anak, Toy Story 3berhasil menarik banyak penonton. Terhitung hingga tahun 2018, Toy Story 3 berhasil meraup keuntungan 1,1 miliar USD. Toy Story 3juga menjadi film terlaris keempat dalam rentetan film Disney (tahun 2010).

Penggemar sekuel film Toy Storytidak akan dikecewakan karena karakter-karakter lama tetap dipertahankan. Adanya penambahan karakter baru juga tidak mengubah cerita secara drastis, tetapi justru menambah keseruan cerita. Penggemar sekuel film Toy Storydan penonton baru Toy Story 3sama-sama bisa menikmati film ini karena jalan cerita yang dibawakan cukup segar dan menghibur.

Film ini adalah film paling emosional di antara film-film Toy Story yang lain, termasuk film Toy Story 4. Dilihat dari jalan ceritanya, Toy Story 3 memang cukup seru bagi segala kalangan usia. Akan tetapi, beberapa adegan, seperti saat mainan-mainan yang harus menyelamatkan diri dari ancaman mesin penghancur sampah cukup menakutkan dan traumatis bagi anak-anak. Satu hal yang membuat film ini menjadi favorit orang-orang adalah bagian ending-nya. Bagian ending, yaitu saat Andy mengunjungi Bonnie untuk memberikan mainan-mainan lamanya dan Woody berpisah dengan Andy menjadi bagian paling emosional dari film ini. Selain itu, bagian ending ini menjadi kunci dari isi keseluruhan film. Bahkan jika ditonton berkali-kali sekalipun, ending scene ini tetap membuat penonton berurai air mata. Dari ending film ini kita dapat melihat bahwa Woody akhirnya bisa menerima perpisahan dengan Andy. Meski sangat berat dan sedih, ia tetap akan mengenang Andy dan menyenangkan pemilik barunya. Suatu hal yang mengharukan dan penuh makna. Hal inilah yang membuat film Toy Story 3tetap berkesan dan terkenang bagi para penontonnya hingga sekian lama.

Penulis: Vina Annisa Rahmawati/Bul
Editor: Nabila Rana Syifa/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here