Gejayan Memanggil: Suara Mahasiswa Suara Rakyat Indonesia

Pertigaan Colombo Gejayan dipenuhi ribuan mahasiwa dari berbagai universitas guna gelar aksi damai, senin (23/9). Dalam aksi ini, terdapat tujuh tuntutan diantaranya mengenai isu Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang posisinya saat ini sedang dalam penundaan, pelemahan terhadap KPK, konflik agraria, RUU penghapusan kekerasan seksual, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebebasan dalam berpendapat.

Aksi ini diawali dengan longmars yang dimulai dari beberapa titik yakni Bundaran UGM, Gerbang Utama Sanata Dharma, dan Pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

Aksi damai ini diisi dengan orasi-orasi dari perwakilan mahasiswa berbagai universitas. “Bagaimana demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat apabila RUU yang ditolak oleh rakyat tetap disahkan?” seru Debora menggebu-gebu seraya mengepalkan tangannya. 

Sebelum orasi, bunyi sirine terdengar sebagai penanda dimulainya aksi tersebut. Dilanjutkan dengan aksi teatrikal mati suri yang diikuti oleh peserta aksi. Para peserta telentang di atas aspal sebagai simbol matinya demokrasi di negara ini.

Aksi tersebut diharapkan mampu mewakili aspirasi rakyat melalui tuntutan-tuntutan yang diajukan.

Reporter: Bunga R, Hafis A, Aulia H, Asharatauozi, Lestari, Affandi, Aaliyah, dan Reza F
Penulis: Aulia H dan Bunga R
Foto: Bagus I, Affandi, M. Radifan, Hertatiana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here