Closing Ceremony PPSMB UGM 2019: Gamada Sadar Pancasila

Foto: Juwita/Bul

Jumat siang (9/8), Gamada (Gadjah Mada Muda) yang telah mengenakan atribut berupa caping dan jas almamater berbaris memenuhi sudut-sudut Lapangan Pancasila, Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada. Terik matahari nampaknya tidak menghalangi Gamada yang didampingi co-fasilitator masing-masing gugus untuk sigap berlari menuju ke tengah lapangan. Kegiatan PPSMB tahun ini dilaksanakan mulai Sabtu (3/8) dan berakhir pada Jumat (9/8). Seperti biasa, agenda utama tahunan dari universitas kerakyatan ini tidak pernah mengecewakan. Seperti ritual closing ceremony tahun-tahun sebelumnya, acara dimeriahkan dengan pembentukan formasi. Sambil diiringi musik dari Gamaband, barisan demi barisan Gamada memasuki lapangan dan sesuai dengan konsep yang telah dirancang oleh panitia.

Mengangkat tema “Integritas UGM Menguatkan Integrasi Nasional”, sepuluh formasi telah berhasil diwujudkan. Tahun ini, formasi yang dibentuk lekat dengan setiap sila dalam Pancasila. Setiap formasi disusun rapi hingga mampu membuat takjub orang-orang di sekitar yang juga ikut menyaksikan. Closing ceremony dibuka dengan orasi kebangsaan oleh KASAD Jenderal Andika Perkasa. Melalui penayangan beberapa video yang penuh inspirasi, Jenderal Andika Perkasa menekankan bahwa Universitas Gadjah Mada adalah tempat yang tepat untuk berprestasi. “Cara kita membela negara dan memajukan negara ini adalah dengan satu cara, yaitu kita semua bekerja sesuai dengan bidang kita. Itulah bentuk pengabdian kita kepada negara ini, cinta pada negara ini,” tuturnya dalam orasi tersebut. Di sela-sela orasinya, Jenderal Andika Perkasa turut mengundang dua mahasiswa yang berasal dari dua daerah di Indonesia dan memberikan motivasi melalui perjuangan dua mahasiswa baru tersebut.

Melalui jadwal yang padat selama tujuh hari berturut-turut, Gamada diperkenalkan dengan dunia kampus dan perkuliahan. Perbedaan penyelenggaraan kegiatan PPSMB UGM tahun ini terletak pada pemilihan harinya. Menurut Bima Kurniawan, subkoordinator co-fasilitator gugus Moeso Suryowinoto, PPSMB UGM tahun ini memang memiliki lini masa yang lebih padat daripada tahun-tahun sebelumnya. “Kalau dari tahun lalu sih, bedanya yang pasti tahun ini lebih padat,” tuturnya. Meskipun demikian, Gamada menanggapi dengan baik penyelenggaraan PPSMB UGM 2019 ini. “Pertama kali ikut acara pelatihan yang semasif dan terstruktur ini, acaranya oke banget sampai merasa acaranya perfect,” ujar Muhammad Fasyakira Bagawanta, Gamada dari Fakutas Filsafat.

PPSMB UGM 2019 ini memiliki ciri khas formasi yang tidak kalah menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, panitia PPSMB berhasil menyuguhkan kejutan dengan sepuluh formasi yang dibentuk oleh para Gamada 2019. Sepuluh formasi tersebut masih melingkupi tema besar PPSMB UGM yang bernuansakan Pancasila, persatuan, dan toleransi. Ciri lain mengenai PPSMB UGM 2019, yaitu melalui botol-botol plastik bekas yang telah dibawa oleh Gamada. Botol-botol plastik yang sudah dicat tersebut kemudian disusun menjadi gambaran tiga hewan endemik di Indonesia yang terancam punah.

Kesuksesan PPSMB UGM 2019 hingga closing ceremony ini tentu saja berkat dukungan dari berbagai pihak, yaitu panitia PPSMB UGM 2019 dan Gamada yang selalu antusias dengan setiap rangkaian kegiatan PPSMB. Oleh karena itu, diharapkan PPSMB UGM mampu menjadi titik awal Gamada mengenal UGM seperti harapan dari panitia. “Harapan setelah PPSMB, mereka bisa mengenal kampus ini dengan bangga, mendapatkan teman-teman dari berbagai gugus sehingga mampu bertahan dan berkembang di kampus ini,” ujar Damas Pandya, Koordinator Umum PPSMB UGM 2019. Dengan sukses digelarnya PPSMB UGM 2019, diharapkan mampu melahirkan kesuksesan-kesuksesan selanjutnya dari para mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Penulis: Bunga Renata, Juwita Wardah, Nafi’ Khoiriyah/Agatha Vidya N/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here