Geliat Suporter dalam Mendukung Atlet

Foto: Bagus/Bul

Suporter memberikan semangat kepada atlet. Beragam cara mereka gunakan untuk mengekspresikan dukungan kepada atlet, diantaranya melalui yel-yel dan tarian. Semangat suporter memberikan energi positif bagi atlet yang bertanding.

Suporter dan kegiatan suporteran

Kegiatan Porsenigama (Pekan Olahraga dan Seni Gadjah Mada) merupakan tantangan kepada tiap fakultas untuk menunjukkan prestasi terbaiknya dalam bidang olahraga dan seni. Setiap fakultas, sekolah vokasi, dan sekolah pascasarjana mengirimkan atlet-atlet dan seniman untuk berlaga. Selain atlet dan seniman yang turun di medan laga, terdapat tim suporter yang mengiringi hampir setiap perlombaan. Kemeriahan Porsenigama di tiap lokasi tak lepas dari ramainya para suporter untuk mendukung kontingen atlet mereka.

Suporter memiliki beragam kreativitas dalam mengobarkan semangat atlet yang bertanding. Mereka biasanya telah menyiapkan lagu, gerakan, peralatan, dan atribut sebelum tiba waktunya atlet bertanding. Beragam lagu diteriakkan para suporter, dengan gerakan tangan dan kaki untuk menambah kekompakan dan kemeriahan. Peralatan drum dan perkusi pun dikerahkan demi mengiringi semangat yang diteriakkan. Tidak hanya itu, para suporter juga membawa atribut bendera, spanduk, serta mengenakan dresscode yang seragam.

Selain untuk mendukung pemain, suporteran dilakukan untuk memberikan hiburan kepada mahasiswa di tengah rutinitas kuliah. Semangat awal suporteran tidaklah untuk mencari rusuh, tetapi untuk hiburan, bersenang-senang, dan menambah keakraban. Begitu menurut Leonardo, jenderal tim suporter dari Fakultas Teknik. Setuju dengan hal tersebut, Qori (Biologi’18) menuturkan bahwa suporteran berguna untuk menstimulasi semangat suporter dan meningkatkan kekerabatan mereka. “Tapi jangan lupa, suporter itu jangan ricuh,” tambah Qori.

Setiap fakultas, sekolah vokasi, dan sekolah pascasrajana memiliki suporter yang mendukung atlet untuk bertanding. Suporter tersebut terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang secara suka rela mendukung atlet. Setiap fakultas memiliki nama berbeda. Setiap nama mewakili visi dan misi yang dibalut dalam semangat. Tidak hanya atlet saja yang berlatih intensif, suporter juga dengan giat memupuk semangatnya melalui rutinitas latihan.

Naiknya gairah bertanding

Menurut Vifiladya (Farmasi’18) sebagai atlet voli, dengan adanya suporter ia merasa deg-degan. “Yang aku rasain deg-degan banget, di dalam diri tuh pasti punya rasa tanggung jawab kalau nggak bisa kasih yang terbaik tuh rasanya sedih banget. Terus terharu juga karena suporternya Farmasi keren banget, walaupun pemainnya nggak bisa kasih yang terbaik tapi mereka tetep ngasih semangat. Jadi para atlet yang gagal ditahun ini nggak pantang menyerah dalam latihan buat mempersiapkan diri di event selanjutnya,” tutur Vifiladya.

Menurut gadis yang sering disapa Vifi, ia berharap suporter tidak menimbulkan kegaduhan bahkan sampai pertikaian. Suporter harus bisa menempatkan posisi sebagai pendukung yang sehat. Maksudnya mendukung  sesuai dengan pilihan, mengucapkan kata-kata yang pantas, dan tidak menimbulkan kerusakan. Vifi menambahkan jika peran suporter akan membuat pertandingan terasa lebih baik. Atlet merasa semangat dan dihargai atas keberaniannya dalam mengikuti pertandingan. “Ya pastinya tiap atlet atau siapapun yang mau tampil butuh dukungan biar makin semangat, tapi kalau suporteran yang datang cuma sedikit gimana mau semangat,” ucapnya.

Makna suporter juga dirasakan oleh mahasiswa sebagai penikmat atau penonton. Audyta Laksitarin (Ilmu Budaya’17) yang ditemui ketika waktu senggangnya latihan teater, menuturkan bahwa keberadaan suporter sangat penting. Menurutnya, suporter berperan dalam memberikan dukungan psikologis kepada atlet yang sedang bermain. “Menurut aku, adanya suporter dalam suatu pertandingan itu membuatku simpati. Mereka (suporter) mampu membuktikan adanya solidaritas kepada atlet yang bertanding. Aku yang melihat sebagai penonton merasa kagum dan senang,” pungkasnya.

Penulis: Bunga Renata, Meidina Putri Salsabila, Ella Ghani dan Ulfa Munawaroh/Bul
Editor: Hadafi Farisa R/Bul

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here