Launching Website, Himmah Awali Jurnalisme Mahasiswa 4.0

Isu mengenai Revolusi Industri 4.0 terus gencar sejak abad ke-20. Perkembangan teknologi terus berkembang seiring melimpahnya penggunaan internet. Begitu pula media yang sekarang terus mengalami perkembangan di era serba canggih ini. Menghadapi hal tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa Himmah Universitas Islam Indonesia (UII) memperkenalkan media barunya dalam Himmah Fest 1.0,  yakni website himmahonline.id.

Menghadirkan media baru

Selain launching website, LPM Himmah juga menggelar diskusi berjudul “Revolusi Industri 4.0: Kemana Jurnalisme Akan Dibawa?” di hari yang sama, Minggu (8/7). Dalam diskusi tersebut, rektor UII, Fathul Wahid, menjelaskan terdapat perluasan kreatif internet, yaitu kecepatan distribusi informasi yang memberikan aktualitas berita yang lebih tajam. Kemudian, perluasan jangkauan sebaran informasi yang melampaui batas ruang dan waktu menyebabkan berita dapat diakses oleh siapapun di luar target. Penggiat Jogja Menderas Data menambahkan, fasilitas interaksi dan kolaborasi mendukung produksi dan diskusi konten secara langsung.

Hal tersebut tentunya juga sangat mendukung mahasiswa dalam menghadapi masa Revolusi Industri 4.0 kini. Mahasiswa tentu dituntut untuk terus berpikir kritis, khususnya dalam bidang jurnalistik. Menurut Fathul, mahasiswa jangan hanya gemar mengkritik hal-hal seputar kampus, namun juga hal lain di luar kampus. Melalui himmahonline.id, mahasiswa jadi memiliki fasilitas untuk mengkritik lingkungan eksternal kampus. Dengan begitu, jurnalisme di kampus dapat mencakup berita yang lebih luas untuk pengetahuan mahasiswa.

Selain berdampak baik bagi jurnalisme mahasiswa, pemimpin umum LPM Himmah, Didik Firmansyah, menjelaskan penggunaan media daring ini juga untuk menghemat biaya. Selain itu karena proses pembuatan media cetak juga memakan waktu yang lama. “Dana yang sebelumnya kita gunakan untuk cetak sendiri kita alihkan untuk hal-hal yang sifatnya pembelajaran, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Didik.

Kendala umum

Dalam perjalanannya, terdapat beberapa masalah yang menjadikan Himmah membangun kembali website-nya. Alasan utamanya adalah keberlanjutan dan fasilitas yang disediakan dalam aplikasi sebelumnya kurang mendukung platform. Selain itu, kecepatan akses juga kurang bisa menampung respon yang sangat banyak. “Kita buat dengan teknologi baru, pakainya 3 GS. Jadi untuk dua aspek, lima tahun ke depan masih relevan untuk digunakan,” papar Didik.

Lalu, kemanakah jurnalisme akan dibawa di era 4.0? Pemimpin redaksi beritagar.id, Yusro M Santoso, mengatakan nilai-nilai jurnalisme akan tetap terjaga seiring dengan perkembangan teknologi. Hanya saja media dan metode dalam pembuatannya yang akan berubah. Misalnya, dalam beritagar.id sendiri, penulisan berita mengenai piala dunia sudah terkomputasi. Sehingga seorang jurnalis hanya perlu mengumpulkan data dan melakukan investigasi. Selanjutnya, penulisan artikel dilakukan oleh komputer.

 

Reporter: Desi Yunikaputri/Bul
Editor: Agnes Vidita A/Bul