In X: Menghadapi Realita Ala FSB Retorika

Foto: Affandi/Bul

Pementasan teater bertajuk ‘In X’ di Selasar Fakultas Filsafat berlangsung pada 7-8 Mei 2018. Pementasan yang digelar oleh mahasiswa Filsafat, Forum Seni Budaya (FSB) Retorika, menceritakan pergulatan batin dari seorang lelaki paruh baya yang memutuskan untuk melakukan bunuh diri.

“Naskah pementasan kali ini terinspirasi dari naskah drama “Pak Dullah in Extrimis” karya Achdiat Kartamihardja. Menampilkan kekacauan pikiran seseorang yang dikemas melalui beberapa realitas khayalan atas pergulatan batin yang dialami si tokoh utama ini, kami ingin menyampaikan pentingnya untuk menyadari pergulatan dalam diri kita sendiri ketika dihadapi oleh suatu pilihan, antara ‘ya’ atau ‘tidak’, ketika idealitas yang kita miliki bertemu dengan realitas yang berbeda jauh,” jelas Jonas Vysma, Pimpinan Produksi Pementasan Teater.

Pementasan ini juga mengangkat isu-isu sosial yang sering dialami oleh masyarakat serta individu dalam kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh utamanya, Bram. Seperti kasus kemiskinan, pengangguran, merasa menjadi beban bagi orang lain, dicibir tetangga, disorientasi hidup, dikhianati oleh sahabat, dan nyaris bercerai dengan istri. Isu-isu itulah yang menjadi penggiring si tokoh utama untuk melakukan bunuh diri.

Jonas memaparkan pementasan ini berkisar pada sebuah prinsip seandainya kita tidak dapat mati dengan luhur, maka setidaknya kita tidak mati dengan hina. “Nah, pertanyaannya sekarang adalah: apakah keputusan tokoh utama untuk melakukan bunuh diri ini akan membuat kematiannya menjadi lebih luhur, atau justru lebih hina, dari hidupnya saat ini,” pungkas Jonas.

Penulis: Muhammad Ridho Affandi/Bul
Editor: Hadafi Faris/Bul
Foto: Affandi/Bul