Civil in Action: Diskusi tentang Inovasi Hunian

Seminar nasional (semnas) Civil in Action kembali digelar oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS). Tahun ini, seminar dihelat pada Kamis, 3/5 di Lt 2 Grha Sabha Pramana. Mengangkat judul seminar “Inovasi Teknologi dalam Mendukung Program Satu Juta Rumah berdasarkan Konsep Sustainable Community”, seminar tampak dihadiri akademisi maupun praktisi bidang terkait.

Acara dimulai kurang lebih pukul 08.30 WIB. Ruang seminar dihias menggunakan gorden putih dengan aksen warna biru. Hamparan meja tertata rapi dengan taplak warna putih. Panggung utama didekor dengan warna latar biru. Tamu undangan dan peserta mengisi hampir semua kursi yang disediakan panitia.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Prof Joko Sujono. Lalu, sambutan rektor yang diwakili oleh Prof Ir Nizam M Sc, Ph D, Dekan Fakultas Teknik. Acara seminar dibuka dengan simbolisasi pemukulan gong yang dilakukan oleh Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR dan dilanjutkan oleh Nizam. Peserta lalu diajak memasuki acara talkshow yang diisi oleh beberapa pembicara, diantaranya Dr Ir Imam Satyarno, M E, Ir Hari Nugraha Nurjaman, M T, dan Ir Sumito. Acara berlangsung sampai sore hari.

Dalam pemaparan Hamid, saat ini rumah merupakan kebutuhan dasar berdasarkan amanah undang-undang. Kondisi di lapangan yaitu banyak rumah yang tak layak huni. Kita (Indonesia) dihadapkan oleh masalah backlog kepemilikan rumah. Meski pemerintah telah membuat program sejuta rumah, hal tersebut belum berjalan optimal. “Sampai tahun ketiga ini belum terpenuhi. Baru ada sekitar 900 ribu rumah pada tahun 2017. Harapannya, tahun ini bisa memenuhi target tersebut,” ungkap Hamid.

Sujono dalam sambutannya juga memaparkan jika permasalahan rumah merupakan hal mendasar karena banyak masyarakat yang belum beruntung mendapatkan hunian yang layak. Menteri PUPR pun telah berupaya keras untuk mewujudkan hal itu. Tak hanya karena faktor finansial, ada juga faktor lain. Saat ini semuanya telah dibuat sedemikian rupa, bahkan masuk program pemerintah. “Oleh karena itu, butuh kontribusi semua  pihak, peran akademisi dalam menciptakan inovasi diperlukan,” pungkas Hamid dalam sambutan kuncinya.

Acara inti dari kegiatan ini mengulas topik hunian sustainable community, inovasi teknologi, metode konstruksi, dan kebijakan safety contruction. Harapan penyelenggara, setelah peserta mengikuti kegiatan ini, tak lantas hanya tersirat di angan semata, tapi diwujudkan dengan aksi nyata.

Penulis: Hadafi Farisa/Bul