Jogja Library Center Di Tengah Keramaian Kota

Foto: Rahma/Bul

Malioboro ternyata masih menyediakan layanan literasi bagi masyarakat maupun para wisatawan di tengah hiruk pikuk ramainya aktivitas para wisatawan yang berkunjung.

Malioboro merupakan pusat kota Yogyakarta yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Di samping menjadi tempat wisata, Malioboro juga menghadirkan sebuah tempat yang menyimpan bahan-bahan edukasi. Di pusat Kota Yogyakarta ini masih berdiri tegak sebuah perpustakaan kecil bernama Jogja Library Center.

Letak perpustakaan

Tidak banyak orang yang mengetahui tentang keberadaan perpustakaan ini. Jogja Library Center berada di Jalan Malioboro nomor 175, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Tepatnya terletak di seberang Halte Trans Jogja Malioboro atau di sebelah barat Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Letaknya yang berada di antara deretan toko batik dan toko oleh-oleh membuat keberadaan perpustakaan ini jarang diketahui oleh pengunjung Malioboro.

Macam-macam koleksi

Jogja Library Center Malioboro menyimpan banyak koleksi buku-buku sejarah. Tidak hanya itu, terdapat pula arsip-arsip majalah dan surat kabar nasional maupun lokal dari masa ke masa, seperti surat kabar Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, dan Bernas Jogja. Tak ketinggalan, arsip surat kabar Sinar Harapan yang dahulunya merupakan koran sore dan telah berhenti terbit pada tahun 2016 pun masih tersimpan rapi di perpustakaan ini. “Koleksi koran yang ada di sini didapat dari langganan, lalu dikumpulkan dan dibukukan,” ungkap Anjar, salah satu petugas yang ada di Jogja Library Center.

Sarana dan Prasarana

Demi kenyamanan pengunjung, tentunya perpustakaan ini menyediakan beberapa fasilitas, di antaranya; loker penyimpanan barang, ruang diskusi di lantai dua, hingga akses WiFi gratis. Salah satu kelebih dari perpustdengan hadirnya Kyoto Book Corner di salah satu sudut perpustakaan, sebuah zona penyimpanan buku-buku lama dari Jepang. Buku-buku dari daerah Asia lainnya pun dapat dijumpai di zona ini, seperti majalah Koreana yang membahas seluk-beluk negara Korea, hingga Jogjasiana.

Uniknya, setiap koleksi buku di perpustakaan ini disampul dengan sampul berwarna sama. Namun, diakui Pipit, keunikan ini justru menyulitkannya. “Agak kesusahan kalau mau nemuin buku yang dicari karena sampulnya hampir sama semua,” terang Pipit. Buku-buku tersebut dapat dijadikan referensi tugas bagi para pengunjung, seperti yang dilakukan oleh Pipit. Namun, ia sangat menyayangkan karena buku-buku yang ada tidak dapat dibawa pulang dan hanya dapat dibaca di tempat.

Daya tarik arsitektur           

Memasuki bangunan Jogja Library Center ini, pengunjung akan dibuat kagum oleh arsitektur klasik khas Belanda. Tak jarang bila ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang pernah datang. “Arsitekturnya sangat unik, tempatnya enak, nyaman, sumber bacaannya banyak,” tutur Sukma Putri, salah satu pengunjung Jogja Library Center. Senada dengan Sukma, Pipit pun berpikir akan berkunjung kembali. “Sepertinya bakal kesini lagi. Suasananya enak,” ungkap Pipit.

Penulis: Agatha Vidya N, Septiana Hidayatus, An Nisa Julyansyah/ Aulia Hafisa/Bul
Foto: Rahma/Bul