Bersepeda Menelusuri Jalan Malioboro

Foto: Fikri/Bul

Menelusuri Jalan Malioboro semakin menyenangkan dengan menggunakan layanan sepeda publik. Layanan ini bisa menjadi alternatif lain bagi pengunjung Malioboro.

Revitalisasi Jalan Malioboro sejak dua tahun lalu dilakukan oleh pemerintah demi kenyamanan para pengunjung. Tentu saja ini membuat kedua sisi jalan memungkinkan para pengunjung untuk menelusuri Jalan Malioboro. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), pemerintah menyediakan layanan sepeda publik. Harapannya, layanan sepeda publik ini dapat memudahkan pengunjung berjalan-jalan menelusuri kawasan Malioboro.

Sepeda-sepeda ini dapat digunakan oleh masyarakat umum tanpa ada pungutan biaya alias gratis. Berdasarkan pernyataan Denis Hermansyah, salah satu anggota UPT Malioboro, sepeda dapat digunakan oleh siapa saja dengan satu syarat. “Kami meminta masyarakat yang mau minjam sepeda untuk meninggalkan identitas sebelum menggunakan sepeda. Jadi, kami punya jaminan atau semacam pegangan supaya mereka ada alasan untuk balikin sepeda,” jelas Denis. Pada hari biasa, fasilitas ini dibuka mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Layanan yang telah disediakan sejak tahun 2017 ini, tersebar di beberapa titik, di antaranya terletak di depan Hotel Inna Garuda, Gedung Dinas Pariwisata, Mall Malioboro, dan Toko Kosmetik Mutiara. Setiap pos, menyediakan empat sepeda. Ada dua petugas yang berjaga pada setiap pos. Selain bertugas untuk menyimpan kartu identitas setiap pengunjung yang meminjam sepeda, mereka juga melakukan pengawasan. Setiap sepeda yang digunakan harus kembali pada tempatnya sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Mudah saja membedakan sepeda publik ini dengan sepeda umum yang dipakai masyarakat. Setiap sepeda memiliki ciri-ciri plat depan dan belakang bertuliskan “Publik Kawasan Malioboro”. Tulisan tersebut sekaligus sebagai tanda untuk memudahkan penjaga mengawasi penggunaan sepeda. Sayangnya, layanan sepeda ini hanya dapat digunakan mulai dari Hotel Inna Garuda hingga sekitar Pasar Beringharjo.

Sebelum sepeda dikeluarkan dari tempat parkirnya, petugas selalu memeriksa kondisi sepeda. Mulai dari kondisi rem, roda, hingga kebersihan sepeda itu sendiri. “Kalau perawatan dari UPT, kita ngeceknya setiap mau dipakai,” jelas Ardhita Yuda, petugas UPT Malioboro. Namun sayangnya, setiap sepeda yang sudah dikeluarkan hanya dibatasi waktu tiga puluh menit.

Meski begitu, layanan sepeda publik ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pengunjung. Aulia, salah satu pengunjung Malioboro, merasakan langsung manfaatnya. Ia mengapresiasi adanya layanan sepeda publik sebagai sarana untuk menelusuri Jalan Malioboro. “Menurutku sih, bagus, kalau misalkan ada pengunjung yang mau jalan-jalan,” pungkas Aulia, salah satu pengunjung Malioboro.

Namun, proyek yang sedang berjalan di kawasan Malioboro membuat keberadaan sepeda publik tidak terlihat akhir-akhir ini. Denis menekankan, ketika ada proyek yang sedang berlangsung, sepeda publik ditarik terlebih dahulu. “Jika proyek sudah selesai, maka layanan sepeda publik akan kami buka kembali,” tutup Denis.

Penulis: Desi Yunikaputri, Shaffa Tasyani R, Weli Febrianto/ Isnaini Fadlilatul/Bul
Foto: Fikri/Bul