Menggoyang Lidah, Nikmatnya Lontong Dekem Khas Pemalang

M

Menikmati seporsi lontong sambil duduk ndekem yang dibuat dengan teknik khusus, kuliner khas Pemalang ini bisa dijumpai di sepanjang Jln. R. E. Martadinata Pemalang.

Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner yang dimiliki setiap daerahnya, tidak terkecuali kuliner Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Di sini terdapat makanan khas Lontong Dekem yang siap memanjakan lidah penikmatnya.

Jika ditelusuri ke arah utara Alun-Alun Pemalang, terdapat puluhan kedai yang menyajikan kudapan khas termasuk Lontong Dekem. Kedai-kedai ini hanya dibatasi kain di tiap sisinya sebagai penutup dan sekat. Meja dengan kursi kayu panjang tanpa sandaran semakin menambah kesan sederhana kuliner malam ini. Dengan didampingi lampu cemplik (lampu minyak, -red) remang-remang, pengunjung bisa memesan satu porsi Lontong Dekem dengan tambahan sate ayam.

Lontong Dekem secara harfiah merupakan kombinasi antara lontong dan dekem. Lontong merupakan makanan dari beras yang dibungkus daun pisang dibuat lonjong dan dekem (Bahasa Jawa) berarti duduk sama kaki hampir sama hingga posisi kaki tertekuk. Sehingga Lontong Dekem dapat diartikan dengan menikmati lontong sambil duduk ndekem.

Sedangkan menurut cerita lain, nama Lontong Dekem diambil dari cara pengolahannya di mana dalam proses pembuatannya, penjual akan menaruh lontong yang sudah diiris kedalam mangkok dengan siraman kuah. Namun tidak berhenti disitu, penjual Lontong Dekem akan mengembalikan kuah yang ada di mangkok ke dalam kuali, kemudian menyiramkan kembali kuah tersebut ke lontong. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang hingga lontong terendam di dalam kuah. Istilah terendam dalam Bahasa Pemalang dinamakan dekem.

Olahan lontong dekem terdiri dari irisan lontong, kuah santan berwarna kecoklatan, serundeng kelapa goreng, dan yang paling unik adalah taburan kerupuk remas di atasnya sebagai sentuhan akhir. Kerupuk yang digunakan untuk menaburi Lontong Dekem adalah kerupuk mi yang merupakan camilan khas daerah Pantai Utara Jawa. Kuah santan dari kuliner ini mirip seperti opor, namun memiliki tekstur yang lebih cair.

Sedapnya kuah bercampur gurihnya serundeng mendarat tepat di lidah penikmatnya. Cairnya kuah santan didampingi lontong menyingkapkan kombinasi yang tepat penambah cita rasa gurih pada lontong. Terakhir, renyah kerupuk mi seakan menambah keramaian rasa pada indra pengecap. Gurih, renyah, manis, dan garing semua bercampur dalam satu kombinasi.

Kurang lengkap rasanya apabila hidup tanpa pendamping. Sama halnya dengan Lontong Dekem. Makanan ini didampingi oleh dua jenis sate ayam yaitu sate goreng dan berkuah. Sate goreng bersifat kering dengan taburan serundeng manis gurih, sementara sate berkuah adalah sate goreng yang disajikan bersama kuah kental manis yang ditaburi serundeng kelapa.

Kudapan khas Pemalang ini dapat dinikmati di sepanjang Jln. R. E. Martadinata Pemalang saat sore hari dengan berbagai macam pilihan penjual. Di sepanjang jalan ini juga terdapat berbagai macam makanan khas Pemalang lain seperti Grombyang, Sate Loso, dan Tahu Campur.

Penulis: Aulia Hafisa/Bul
Editor: Hadafi Farisa/Bul
Foto: Aulia Hafisa/Bul

Oleh Divisi Redaksi

Rubrikasi