Mengenang Kembali Sejarah Bangsa

Foto: Maya Ristining/Bul
Monjali.Foto: Maya Ristining/Bul

Monjali, tempat wisata edukasi untuk mengenang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Yogyakarta memang terkenal dengan segala keistimewaannya mulai dari budaya, wisata, hingga unsur sejarah. Salah satu saksi bisu perjalanan sejarah di Yogyakarta yang wajib dikunjungi adalah Monumen Yogya Kembali atau yang lebih dikenal dengan Monjali.

Wisata dalam monumen

Monjali merupakan monumen yang merekam perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang hendak direnggut kembali oleh Belanda melalui Agresi Militer II. Lokasinya terletak di Jln. Ringroad Utara No.15, RW 21, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akses menuju lokasi terbilang mudah karena tidak jauh dari pusat kota dan dilalui oleh jalur Trans Jogja. Untuk menikmati penggalan sejarah Indonesia yang mendebarkan sekaligus mengharukan ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp.10.000 saja.

Dari sisi bentuk, bangunan Monjali dibangun kerucut karena merupakan lambang dari gunung yang memiliki makna kesuburan atau kesucian. Tepi Monjali dikelilingi kolam yang digunakan sebagai tempat hidup ikan. Selain itu, kolam-kolam tersebut dijadikan sebagai wahana wisata sepeda air. Pengujung juga dapat memberi makan ikan dengan membeli pakannya sebesar Rp.1.000.

Detail monumen

Memasuki lantai satu Monjali, pengunjung disuguhi sebuah miniatur tempat ini. Di lantai satu tersimpan banyak koleksi sejarah yang dibagi menjadi 4 ruangan. Bila hendak mengetahui literatur sejarah lebih terperinci, pengunjung dapat menikmati fasilitas perpustakaan. Tidak ketinggalan, pengunjung dapat mengabadikan momen di pojok foto dengan latar belakang penyerangan Belanda ke Yogyakarta. Pada saat kunjungan (19/12/2017), salah satu ruangan sedang digunakan untuk memutar film dokumenter singkat Perang Gerilya yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman. Kegiatan ini mendapatkan respon positif oleh pengunjung, salah satunya  pengunjung dari Magelang besama kedua anaknya. “Iya, ini menemani dua anak cerdas ini mau belajar sejarah,” ujarnya.

Sementara itu di lantai dua, pengunjung dapat menjumpai 10 diorama yang menceritakan kronologi sejarah penyerbuan Belanda ke Yogyakarta hingga perlawanan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Setiap diorama dilengkapi dengan pengeras suara yang menjelaskan momentum peristiwa sejarah tersebut. Di bagian luar, terdapat relief-relief yang melingkari bangunan yang menceritakan rangkaian momentum sejarah yang terjadi di Yogyakarta. Terdapat juga salah satu relief yang menggambarkan peristiwa berdirinya Universitas Gadjah Mada.

Berbeda dengan dua lantai sebelumnya, di lantai tiga terdapat sebuah ruang yang disebut Garbha Graha. Di bagian tengah ruangan terdapat tiang bendera merah putih. Ruangan ini merupakan tempat pengunjung merenungi perjuangan para pahlawan serta memanjatkan doa untuk pahlawan yang telah gugur.

Monumen Yogja Kembali merupakan salah satu tempat bersejarah yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia melawan invasi Belanda II dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kemerdekaannya. Deskripsi mengenai momentum peristiwa sejarah ini dijelaskan dengan fasilitas film dokumenter, ruang pustaka, koleksi sejarah, diorama, serta relief-relief. Tak berlebihan rasanya bila dikatakan bahwa Monjali menjadi salah satu sarana mengetahui Jogja lebih mesra.

Penulis: Maya Ristining Tyas/ Agnes Vidita/Bul
Editor: Aify Zulfa Kamalia/Bul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here