Cilok Gajahan, Serupa Tapi Tak Sama

Foto: Agatha/Bul
Cilok Gajahan.Foto: Agatha/Bul

Butuh perjuangan ekstra untuk menikmati kuliner satu ini. Pembeli harus rela antre, bahkan sebelum penjual cilok buka.

Yogyakarta terkenal dengan kuliner yang nikmat. Cilok Gajahan merupakan salah satu cilok yang sangat popular. Kuliner ini bisa didapatkan di Alun-Alun Kidul Kota Yogyakarta tepatnya di Jln. Ngadisuryan, Patehan, Kraton, Yogyakarta. Masyarakat Yogyakarta pastinya mengetahui keberadaan lokasi penjual cilok tersebut, hanya dengan mendengar nama “Gajahan”.

Asal-usul

Cilok merupakan akronim yang memiliki arti aci dicolok. Aci berarti tepung tapioka yang merupakan salah satu bahan dasar dari pembuatan cilok. Cilok pada mulanya merupakan makanan khas yang berasal dari daerah Jawa Barat. Makanan yang kerap dijadikan camilan ini  merupakan makanan yang berbentuk bulat seperti bakso tetapi memiliki tekstur yang kenyal karena terbuat dari tepung tapioka. Seiring berjalannya waktu, cilok telah menyebarluas ke berbagai daerah di Nusantara, salah satunya Yogyakarta.

Menurut penikmat camilan kenyal ini, nama Cilok Gajahan berasal dari tempat di mana penjual cilok tersebut menempatkan dagangannya. Lokasi tersebut berada di dekat tempat yang dahulu merupakan kandang gajah milik Keraton Yogyakarta di Alun-Alun Kidul atau sering disebut Alkid oleh masyarakat kota Yogyakarta.  Selain dijual di Alkid, Cilok Gjahan ini juga dijual di rumah milik pedagang cilok ini, tepatnya berada di Gang Flamboyan, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Jika yang menjual di Alkid seorang bapak-bapak, yang menjual Cilok Gajahan di rumah ini ternyata istri dari bapak penjual Cilok Gajahan di Alkid beserta beberapa orang yang membantunya.

Keunikan Cilok Gajahan

Rasa Cilok Gajahan ini memang seperti rasa cilok pada umumnya. Namun, ada satu yang membedakan Cilok Gajahan dari cilok-cilok lain yang dijual, yaitu sambalnya. Sambal yang dipakai  bukan hanya saos biasa seperti cilok pada umumnya-yang hanya menggunakan saos untuk memberi rasa pedas. Cilok Gajahan ini menggunakan sambal yang dicampurkan dengan saos dan kecap sebagai bumbu pelengkap. Sambal tersebut diracik sendiri oleh penjualnya. Bahannya menggunakan cabai rawit dan bumbu pelengkap lain seperti bawang merah dan bawang putih sehingga sambalnya terasa lebih enak.  Selain itu, hal yang membedakan juga terletak pada tekstur cilok yang lebih kenyal daripada cilok pada umumnya.

Animo masyarakat

Cilok Gajahan buka setiap hari mulai pukul 15.00. Sebelum cilok tersebut buka, para calon pembeli sudah mengantre di tempat penjual cilok biasa berjualan. Bahkan, terkadang sampai diberi nomor antrian oleh penjual Cilok Gajahan. Menurut pengalaman salah satu pembeli, Maria Oktavia, warga Minggiran, Yogyakarta, nomor antrian diberikan saat pembeli sudah mulai banyak dan ia sendiri pun sering mendapat nomor antrian dari yang paling cepat sampai paling akhir, ”Pernah antrian 70 sekian sama 90 sekian padahal yang baru dijualin nomor 20 sekian,” tuturnya.

Hal yang membuat banyak orang penasaran dengan keberadaan Cilok Gajahan ini adalah antreannya yang panjang dan penasaran dengan rasa Cilok Gajahan ini. Calon pembeli harus rela antre panjang dahulu untuk dapat mendapatkan sebungkus Cilok Gajahan ini yang dibanderol dengan harga yang murah, yaitu Rp5.000 saja. Ternyata, antrean tidak hanya terjadi di Alkid saja. Antrean juga terjadi di rumah sang penjual Cilok Gajahan.

Untuk mendapatkan sebungkus Cilok Gajahan ini rupanya calon pembeli memang harus berjuang. Menurut pengalaman Maria, selain antre juga terkadang terdapat adu mulut antara sesama pembeli, “Pernah liat ya, orang berantem adu mulut gegara keduluan ataupun pengen diduluin,” pungkasnya. Itulah yang membuat Cilok Gajahan serupa tetapi tak sama dengan cilok-cilok lain. Mulai dari segi tekstur, rasa sambal, dan selera Cilok Gajahan yang membuat masyarakat tergugah ingin menikmatinya.

Referensi:
https://food.idntimes.com/dining-guide/lisa-deslina/sejarah-asal-cilok-c1c2
http://travel.kompas.com/read/2016/04/24/180000027/Saking.Ramainya.Cilok.Gajahan.di.Yogya.Ludes.dalam.Dua.Jam

Penulis: Agatha Vidya N/ Agnes Vidita A/Bul
Editor: Aify Zulfa/Bul

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here