Pulau Belitung dan Negeri Laskar Pelangi

Danau Kaolin.Foto: Lala/Bul

Mendengar nama Belitung pastinya akan membawa kita untuk mengingat film dan novel Laskar Pelangi karya penulis kenamaan Andrea Hirata dan sutradara Riri Riza. Film yang diangkat ke layar kaca Indonesia pada tahun 2008 silam ini mencapai 4,6 juta penonton pada saat itu. Film ini juga mendongkrak nama Pulau Belitung di mata orang awam hingga mancanegara yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan wisata Pulau Belitung. Pulau ini memang selalu dikait-kaitkan dengan kisah Laskar Pelangi yang telah tersebar ke berbagai penjuru. Tak heran jika Pulau Belitung sering disebut sebagai Negeri Laskar Pelangi.

Potensi wisata

Tidak perlu diragukan bahwa Pulau Belitung memiliki keindahan serta kekayaan alam yang melimpah ruah. Bahkan, salah satu destinasi wisatanya yang bernama Tanjung Kelayang menjadi salah satu objek wisata yang di nobatkan menjadi 10 Destinasi Wisata Prioritas Nasional dari Kementerian Pariwisata. Potensi-potensi wisata di Pulau Belitung diharapkan mampu menjadi The New Bali yang dapat menjadi pilihan wisata masyarakat Indonesia khususnya wisatawan mancanegara.

Adanya film Laskar Pelangi juga mendongkrak wisata Belitung untuk lebih maju lagi. Ditambah adanya beberapa objek wisata yang berkaitan erat dengan kisah Laskar Pelangi. Beberapa objek tersebut seperti SD Muhammadiyah 1 yang menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangi yang berada di dalam kampung wisata Laskar Pelangi. Ada pula Museum Kata Andrea Hirata yang merupakan museum literasi pertama di Indonesia sejak tahun 2010. Tidak lupa adanya pantai di Tanjung Tinggi dengan batu besar bercorak putih yang merupakan setting film Laskar Pelangi di beberapa adegan. Objek wisata ini bisa dikenal dunia tak lepas dari hadirnya film Laskar Pelangi.

Kekayaan alam yang melimpah menjadikan Belitung salah satu wisata bahari unggulan yang ada di Indonesia kategori Wisata Pantai dan Wisata Bentang Laut. Sebut saja Pulau Lengkuas, Pantai Tanjung Pandan, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi, dan masih banyak lagi. Batu-batuan besar yang banyak tersebar di pinggir pantai dan di tengah laut menambah kecantikan dan keunikan Belitung.

Lada putih melimpah ruah

Belitung juga memiliki potensi kekayaan alam lain. Lada putih merupakan salah satu komoditas utama yang dimiliki Pulau Belitung. Mayoritas masyarakat menengah ke atas di sana memiliki ladang atau lahan khusus untuk menanam lada putih. Jika kita berkunjung pada bulan Juli hingga Agustus, akan banyak petani lada putih yang sedang panen. Wisatawan diajak untuk melihat proses panen lada putih hingga siap jual.

Lada atau merica disebut oleh orang Bangka Belitung dengan sahang. Tanaman lada hanya berumur sekitar 6 atau 7 tahun saja. Perlu diketahui bahwa ada beberapa hal yang membedakan lada putih dan lada hitam yaitu pada proses pascapanen. Lada hitam biasanya dipetik sebelum buahnya benar-benar matang yang kemudian dikeringkan. Sementara itu, lada putih diperoleh dari lada yang dipetik ketika sudah matang dan melalui proses pencucian dan perendaman untuk melepaskan tangkai dan mengupas kulit luar sebelum dijemur di bawah panas matahari.

Lubang putih bekas tambang

Jika naik pesawat menuju Belitung pastinya kita akan melihat Pulau Belitung dari atas langit. Banyak lubang putih yang menganga lebar bekas pertambangan. Entah itu masih aktif penambangan atau sudah mati, namun pertambangan timah dan hasil bumi lainnya memang masih banyak dilakukan di Pulau Belitung untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat sadar bahwa penambangan tidak bisa dilakukan secara terus menerus dan memiliki jangka waktunya sendiri. Maka dari itu banyak masyarakat yang beralih profesi ke bidang pariwisata atau perkebunan.

Salah satu bekas tambang yang terkenal di Pulau Belitung adalah Danau Kaolin. Kaolin sendiri merupakan bahan yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan diare dan berbentuk seperti tanah liat yang mengendap di bawah permukaan air. Danau yang dahulunya sebagai tambang kaolin, kini dialihfungsikan menjadi objek wisata umum walau masih ada beberapa aktivitas penambangan kaolin di sekitarnya. Cekungan lubangnya menampung air hujan yang kemudian menyatu dengan zat kaolin dibawahnya membentuk warna biru muda yang sangat cantik. Selamat menikmati liburan kalian!

Referensi:
http://www.visitbangkabelitung.com/content/lada-putih
http://www.mongabay.co.id/tag/tambang-bangka-belitung/
https://belitungkab.bps.go.id/

Penulis: Akyunia Labiba/Bul
Editor: Hadafi Farisa/Bul