Malam Puncak Penutupan Porsenigama 2017

Minggu (3/12) bertempat di Sadion Pancasila, pemukulan gong oleh Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. selaku wakil rektor bidang pendidikan, pengajaran, dan kemahasiswaan UGM menandakan berakhirnya porsenigama  2017. Poresnigama tahun ini kembali mengesahkan sekolah vokasi sebagi juara umum. Sementara itu Fakultas Teknik menempati posisi sebagai juara kedua dan juara ketiga diraih olh Fakultas Ilmu Budaya. “Penutupan porsenigama tahun ini digelar dengan sangat meriah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya penutupan porsenigama yang diadakan di Stadion Pancasila tahun ini memiliki konsep outdor namun tetap aman dari cuaca yang sedikit labil akhir-akhir ini. Dengan sistem gratis untuk umum, panitia mengharapkan acara ini mampu dinikmati oleh masyarakat umum, bukan hanya internal UGM” tutur Rezky Alfa Ridho selaku ketua panitia.

Bintang tamu penutupan kali ini memadukan dua genre musik yang berbeda. NDX AKA Familia yang saat ini sedang booming di kalangan pecinta musik Indonesia dengan genre dangdut hip hopnya dan sang legenda musik Indonesia yang bergenre rock and roll yakni Ipang Lazuardi. Acara ini dirasa sangat sukses digelar, melihat antusias penonton yang begitu besar. Salah satu penonton yakni Intan dan Eva yang merupakan mahasiswi UGM mengatakan bahwa mereka melihat closing porsenigama ini karena tertarik dengan bintang tamunya. Ini adalah kali pertama mereka melihat penutupan porsenigama, meskipun mereka sudah 3 tahun menjadi mahaasiswa di UGM.

“Sebenarnya penyelenggaraan acara ini tak lepas dari berbagai rintangan dan halangan. Mulai dari susahynya mengumpulkan panitia dengan berbagai alasan, yang salah satunya adalah alasan akademik dan UKM. Selain itu, juga banyak terjadi miss komunikasi antara panitia pusat dan panitia cabang, namun masalah tersebut masih bisa diatasi dan acara ini tetap bisa lancar digelar” ujar Ridho.

Acara porsenigama ini selain menampilkan bintang tamu pilihan juga turut mengundang juara umum dari masing-masing cabang yang dilombakan. “Rasanya senang bisa turut berkontribusi memeriahkan porsenigama. Dengan adanya porsenigama mampu memberikan wadah untuk mengembangkan minat dan bakat. Untuk menjadi juara harus memiliki kemauan keras dalam berproses.” tutur Audyta pemenang cabang monolog.

Penulis: Pramita Wardhani/Bul
Foto: Panitia Porsenigama 2017