Mangafest di FIB UGMFoto: Winda H/Bul

Masuki Dunia Komik Ala Jepang dalam Mangafest 2017

Dalam rangka menarik minat masyarakat pencinta budaya Jepang khususnya manga, mahasiswa program studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan suatu acara, yakni Mangafest. Mangafest merupakan festival komik yang terdiri atas lomba hingga konser yang meriah.

Mangafest 2017 diadakan di Jogja Expo Centre pada 25-26 November 2017 dengan mengusung tema “Mythophobia”. Sejak tahun 2015, Mangafest selalu mengombinasikan dua tema yang berbeda. Menurut Mauli Desfianti sebagai ketua pelaksana Mangafest 2017, pada tahun 2015 Mangafest mengangkat tema “Heroween” yaitu Hero dan Halloween, kemudian pada tahun 2016 Mangafest mengangkat tema “Sportaction” yaitu Sport dan Action, dan pada tahun 2017 ini Mangafest mengangkat tema “Mythophobia”. “Tema ini diambil karena di masyarakat sendiri masih banyak mitos-mitos yang dipercaya belum tentu mitos-mitos itu benar dan harus ditakuti, makanya phobia itu berasal dari rasa takut masyarakat terhadap mitos tadi,” ujar Mauli.

Mangafest tahun ini sedikit berbeda dimana acara lebih berfokus pada lomba komik, dan sponsor komik serta konser, namun tidak mengundang bintang tamu cosplay seperti tahun sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan euforia yang ada sedikit berkurang. Meski demikian, konser tetap berjalan meriah dan dapat dijumpai para cosplayer di dalam JEC selama acara ini berlangsung.

Baik bagi pengunjung maupun cosplayer, melalui Mangafest mereka bisa mengembangkan relasi baru, seperti yang diungkapkan Tria, salah satu cosplayer di Mangafest, “Ya seneng, banyak yang minta foto, terus nambah relasi teman baru, tambah link”. Kemudian ada pula salah satu pengunjung yang baru pertama kali datang ke Mangafest berpendapat, “Ramai, beda sama yang lain soalnya indoor mirip comiket di Jepang.”

Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang ini menjadi acara idola remaja penyuka jejepangan dan cosplayer yang ingin menyalurkan hobinya. Menurut Tria, “Tahun ini cukup meriah, dari layout, instagramnya sudah jelas banget menerangkan tentang mangafest tahun ini, menurut saya itu sudah jauh lebih baik.” Kemudian cosplayer lainnya, Nanda dan Fatur mengungkapkan, “Alhamdulillah suka, karena kita bisa menunjukan jati diri, kembali lagi bisa jadi bebas berekspresi dan terlihat nggak seperti orang awam. Dan acara mangafest ini bagus cukup megah karena saya lihat panitia kerja keras.”

Terlepas dari kemeriahan acara ini, pengunjung memberikan pesan kepada Mangafest tahun ini agar gelang yang digunakan terbuat dari karet sehingga tidak mudah rusak karena gelangnya akan digunakan selama dua hari, begitulah gumam Yoga, salah seorang pengunjung Mangafest 2017.

Penulis: Aisyah Putri, Winda Hapsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *