Dayat.Foto: Bagus/BulFoto: Bagus/Bul

Aditya Hidayat Adam: Poros Tengah untuk Menyatukan

Dayat pernah menjabat sebagai Pimpinan Senat Mahasiswa. Sebagai capresma, ia menawarkan lima program unggulan untuk mewujudkan visi misinya.

Aditya Hidayat Adam, salah satu calon presiden mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan pemuda asal Kendari yang lahir 21 tahun silam. Merantau ke kota pelajar empat tahun yang lalu, ia meneruskan pendidikannya di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota.

Dayat pernah menjadi Juara 1 Lomba Gagasan Teknologi Hijau dalam rangka memperingati Hari Tata Ruang Nasional. Dayat juga pernah diundang sebagai pembicara dalam UNESCO Unitwin Conference Culture, Tourism, and Developmental ke-5 di Coimbra, Portugal. Di bidang organisasi, dia dua tahun berkecimpung di dunia senat. Ia pernah menjabat sebagai Pimpinan Senat Mahasiswa KM UGM.

Sebagai calon presma yang berlatar belakang Senat Mahasiswa, bagaimana perubahan yang ingin dibawa oleh Dayat? Berikut wawancara eksklusif Bul dengan Aditya Hidayat Adam.

Wawancara eksklusif Bul dengan Aditya Hidayat Adam.Foto : Bagus/Bul

Apa yang memotivasi Dayat untuk mencalonkan diri menjadi presiden mahasiswa?

Aku sebenarnya tidak memiliki ambisi tersendiri untuk menjadi presiden mahasiswa. Namun,  aku datang dari banyaknya dukungan teman-teman dekat. Aku sudah dua tahun di Senat KM. Aku melihat bahwa situasi di kalangan mahasiswa itu sering terbenturkan, kemudian sering terhalangi. Aku tidak memiliki satu sisi di mana bisa mengabdikan diriku lebih banyak untuk memberikan sebuah perubahan. Dengan menjadi presiden mahasiswa, bisa lebih banyak berkontribusi untuk memperbaiki KM.

Selanjutnya sebagai wahana untuk mewakafkan diri agar mengabdi untuk UGM. Akupun sangat banyak dibantu oleh rakyat dan sangat banyak dibantu oleh UGM. Oleh karena itu, aku ingin mengabdi dan berkontribusi. Jadi, aku berangkat karena dukungan tersebut, kedua adanya gagasan pembaharuan, kemudian mengabdi untuk kampus.

Apa visi misi yang Dayat usung sebagai capresma?

Visinya mewujudkan Keluarga Mahasiswa sebagai penyatuan potensi, karya, dan cita insan Gadjah Mada untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan jaya.

Misinya yang pertama menjadikan KM sebagai platform persatuan karya. Kedua, menghadirkan KM ke tengah-tengah mahasiswa. Ketiga, menguatkan prinsip good governance  yang terbuka, transparan, akuntable. Keempat, mewujudkan advokasi pelayanan mahasiswa yang dekat, nyata, dan sinergis. Kelima, menjadikan KM sebagai garda terdepan pembelaan perjuangan dan advokasi masyarakat. Keenam, menjadikan KM sebagai inkubasi pencetak kader intelektual bangsa yang kritis, peduli, dan solutif. Kemudian yang ketujuh, menjadikan keluarga mahasiswa sebagai “Think Tank” kajian, pergerakan, dan aksi mahasiswa Indonesia, dan yang terakhir berjejaring dan berkolaborasi kepada seluruh rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan jaya.

Dari sekian banyak misi tersebut, seberapa yakin akan tercapai nantinya?

Ada beberapa indikator untuk mengukur keberhasilan kinerja BEM KM. Yaitu;  jumlah kader BEM, tingkat partisipasi elemen mahasiswa dalam program kerja KM, produk fisik maupun non fisik, produk hukum dan politik, dan soal angka atau kepuasan mahasiswa tentang kinerja BEM.

Visi adalah mimpi, sedangkan misi adalah cara bagaimana kita mencapai mimpi tersebut. Kami akan terus berupaya dan berusaha agar visi dan misi kami tercapai. Tentu saja kami menginginkan misi itu berhasil 100%. Tetap itu adalah janji kami. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan ketika seluruh elemen mahasiswa ikut bersatu padu untuk melaksanakan dan menunaikan janji itu. Sebetulnya, kami sudah melakukan break down terkait misi itu dalam program unggulan. Maka dari itu lahir lima program unggulan.

Apa saja lima program unggulan yang Dayat maksud?

Ada program Satu Karya Satu Harapan (platform pengembangan ide dan karya dengan konsep crowdsourcing), Satu Suara Satu Rasa (forum lokakarya untuk menentukan arah gerakan mahasiswa), Gadjah Mada untuk Semua (mengenalkan kegiatan kemahasiswaan melalui festival), Satu Tangan Satu Perbaikan (membantu mempertemukan orang yang membutuhkan dan dibutuhkan, dalam hal ini menebar kebaikan pada semua), dan Prajurit Gadjah Mada (sistem database yang mampu mengontrol, memantau, dan membina kualitas kader, serta peningkatan profesionalitas kader).

Bagaimana cara mengukur tingkat kepuasan mahasiswa ketika banyak mahasiswa yang menganggap bahwa KM sendiri tidak representatif?

Ada banyak metodologi yang bisa digunakan, misalnya dengan performence index, quesioner, riset, kemudian wawancara langsung kepada mahasiswa. Apabila BEM melakukan program kerja di tengah tahun atau di akhir tahun maka kita wajib untuk menanyakan kepuasan mahasiswa. Tapi tidak cuma itu aja, dalam form/risetnya mahasiswa akan memberi saran dan masukan. Mereka tidak hanya memberi penilaian, namun memberi masukan dan saran agar kami bisa tahu dan mengembangkan program-program kementerian.

Apakah cara tersebut efektif mengingat tidak semua mahasiswa kritis akan kegiatan BEM?

Metode dan  program-program yang kami lakukan akan kami sesuaikan dengan kultur fakultas tersebut. Misalnya di Fakultas Teknik yang jarang atau sama sekali tidak ditemukan mahasiswa dengan passion terkait politik. Ketika misalnya kita datang ke mereka untuk minta keputusan dari mereka, itu akan sulit. Oleh sebab itu, kita harus membawa event-event yang sesuai dengan kultur mereka, misalnya nge-gym bareng, main musik, dan pentas seni yang melibatkan fakultas-fakultas tersebut.

Dari kegiatan tersebut, kita dapat rangkaikan dengan menanyakan terkait aspirasi, dan lain sebagainya. Karena tidak semua mahasiswa mau berkontribusi atau memberikan saran dan masukan dengan forum-forum formal seperti lokakarya, forum diskusi, atau kunjungan.

Selama menjabat dua tahun di Senat, apa evaluasi terhadap BEM KM yang dapat dijadikan pelajaran jika nanti terpilih?

Pertama, produk undang-undang di tingkat KM itu tidak mengikat di fakultas, jadi produk undang-undang kita sama sekali tidak runtut. Pada dasarnya, produk hukum yang ada di tingkat KM dapat diimplementasikan dan diputuskan sampai tingkat akar rumputnya (fakultas atau jurusan, -red).

Kedua, AD-ART BEM KM belum diganti selama tiga sampai empat tahun. Menurutku AD-ART kita sudah rusak dan harus ada perbaikan. Contohnya, fungsi pengawasan senat yang tidak berjalan dengan baik karena dilihat dalam AD-ART, senat tidak memiliki hak khusus dan tidak memiliki hak forcing terhadap BEM. Hal tersebut membuat senat tidak bisa menekan BEM untuk melakukan fungsi pengawasan.

Ketiga terkait penyikapan, BEM KM sering melakukan penyikapan yang sebenarnya  hanya melibatkan 5-6 fakultas, namun hal itu dijadikan sebagai sebuah sikap dari KM yang mengatasnamakan seluruh mahasiswa.

Kemudian isu-isu yang lahir kebanyakan sifatnya integral. Jadi, BEM KM mengawal sebuah isu, kemudian dilimpahkan ke fakultas. Padahal yang lebih baiknya adalah isu-isu itu lahir dari bawah. Kemudian BEM KM sebagai wadah untuk memfasilitasi.

Siapa pemimpin yang menjadi role model Dayat?

Aku sebagai seorang muslim seharusnya berkiblat kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian yang aku tekankan dalam kepemimpinanku adalah nilai-nilai pemersatu dalam BEM. Pertama adalah kekeluargaan, inklusif, asas profesionalisme, akademik, dan komunikatif. Jadi ,bagaimana nilai-nilai itu aku terapkan ke dalam kepemimpinanku.

Mengapa mahasiswa harus memilih Dayat saat pencoblosan nanti?

Saya sarankan pilihlah orang dari gagasannya. Menurutku dari beberapa calon, satu diantaranya ingin menjalankan program seperti kondisi yang sekarang kemudian dikembangkan. Sedangkan yang satunya ingin kemudian mengubah sistem atau menghancurkannya. Aku di sini menjadi poros tengah untuk menyatukan. Ya sudah daripada bertengkar dari poros satu sama poros tiga, alangkah baiknya kalau kita bareng-bareng bersama bersatu. Sebenarnya bagi aku, siapapun presidennya tidak masalah karena sekali lagi bahwa adanya pemilwa ini merupakan ajang untuk beradu gagasan.

Penulis : Desi Yunikaputri, An Nisa Julyansyah/ Aulia Hafisa/Bul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *