Deadline.Ilus:Anam/BulIlus : Anam/Bul

DEADLINE?

Istilah deadline sangatlah sering terdengar dilingkungan kerja maupun perkuliahan. Sebenarnya, apa itu deadline? Deadline merupakan batas akhir pengumpulan hasil tugas maupun kerja. Dalam kehidupan perkuliahan, istilah deadline sudah menjadi hal yang biasa. Banyak mahasiswa bahkan berpendapat bahwa deadline sudah menjadi sebuah budaya dalam mengerjakan tugas. Dapat dikatakan bahwa setiap mahasiswa mulai dari mahasiswa yang rajin hingga yang banyak kegiatan pasti pernah merasakan menjadi seorang deadliner.

Pengerjaan tugas secara deadline sebenarnya banyak membawa dampak yang kurang baik. Salah satunya tidak maksimalnya hasil tugas yang dikerjakan. Pengerjaan yang terlalu tergesa-gesa karena dikejar oleh deadline membuat sebagian mahasiswa tidak fokus terhadap hal yang dikerjakan sehingga dapat memunculkan kesalahan-kesalahan pada tugas yang dikumpulkan. Parahnya lagi, tugas yang dikerjakan dalam waktu deadline terkadang membuat mahasiswa hanya mengerjakan seadanya saja tanpa memperhatikan kesesuaian bahasan. Pengerjaan secara deadline juga sebenarnya sangat mengurangi esensi pemberian tugas. Pemberian tugas seharusnya dapat dijadikan untuk ajang wahana belajar namun nyatanya apabila dikerjakan secara deadline, seakan-akan tugas hanya digunakan sebagai penentu nilai. Berbicara mengenai dampak yang timbul, pasti muncul pertanyaan dibenak kita semua. Sebenarnya apa saja penyebab seseorang mengerjakan tugas mendekati deadline? Pertanyaan ini tentunya sangat patut ditanyakan kepada diri setiap deadliner agar bisa ditemukan penyelesaian permasalahan dan dapat dikurangi kebiasaan mengerjakan tugas mendekati deadline.

Penyebab seseorang mengerjakan tugas secara deadline, salah satunya adalah ketidakmampuan dalam membagi waktu. Pembagian waktu sebenarnya sangat berkaitan erat dengan intensitas kegiatan yang dilakukan dalam satu hari. Biasanya, banyaknya kegiatan dan aktivitas kemahasiswaan diluar kegiatan akademik menjadikan seseorang mahasiswa tidak fokus dalam kegiatan akademik. Bahkan sangat sibuk dan padatnya jadwal kegiatan membuat waktu 24 jam dirasakan sangat kurang.

Kebiasaan menunda-nunda tugas juga menjadi salah satu penyebab seseorang menjadi deadliner. Menunda-nunda tugas sudah menjadi budaya yang mengakar dikalangan mahasiswa utamanya para deadliner. Hampir seluruh mahasiswa yang memiliki kebiasaan mengerjakan tugas mendekati deadline berpendapat bahwa suatu tugas dapat dikerjakan saat sudah mendekati deadline karena ide pengerjaan tugas baru akan muncul saat ada keadaan mendesak. Apabila batas waktu pengumpulan dibuat lama misalkan hingga satu bulan, dapat ditebak bahwa hanya dalam waktu satu minggu sebelum pengumpulan atau bahkan malam sebelum pengumpulan tugas tersebut baru saja tersentuh.

Perilaku pengerjaan tugas mendekati deadline sebenarnya dapat dikurangi intensitasnya secara perlahan. Salah satu caranya dengan memilih kegiatan diluar kegiatan akademik dengan bijak dan sesuai kemampuan tubuh. Kegiatan diluar kegiatan akademik merupakan kegiatan yang harus ada dalam kegiatan mahasiswa agar bisa lebih mengenal banyak orang dan dunia sekitarnya. Namun, kegiatan tersebut harus bisa disaring dan ditimbang nilai kemanfaatannya saat dikerjakan. Sehingga tidak timbul istilah berat sebelah, karena banyaknya kegiatam diluar kegiatan akademik membuat kegiatan akademik menjadi tidak karuan. Semua harus dilakukan berimbang baik kegiatan akademik maupun non akademik. Kalau kita sudah dapat menyeimbangkan porsi kegiatan yang kita lakukan dengan memiliki target waktu pengerjaan setiap tugas maka kebiasaan menjadi seorang deadliner sudah dipastikan hilang secara perlahan.

Penulis : Eska Hanifah/Bul

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *