Foto: Imam Fikri/BulFoto: Imam Fikri/Bul

Bersama Temukan Solusi Problematika Publik melalui Public Action 2017

Rangkaian acara tahunan bertajuk Public Action kembali diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM. Bertema besar Smart City sebagai Solusi Penyelesaian Masalah Publik di Indonesia, Public Action 2017 diawali dengan lomba konferensi untuk ranah mahasiswa nasional. Tercatat sejak dibukanya pendaftaran pada 29 Juni 2017, para delegasi yang lolos akhirnya tiba di rangkaian akhir yakni Konferensi Bulaksumur III pada 18-21 Oktober 2017.

Tak hanya ditujukan untuk para delegasi saja, dua agenda dari rangkaian konferensi tersebut bersifat terbuka bagi siapapun. Pertama, talk show tanggal 20 Oktober 2017 yang bertempat di auditorium Fisipol Gedung mandiri lantai 4 diselenggarakan secara gratis dan bersifat umum.

Kemudian tanggal 21 Oktober bertempat di MM auditorium FEB UGM, Public Action 2017 melangsungkan seminar nasional berbayar dengan menghadirkan enam pembicara yang berkompeten di bidangnya. Enam pembicara tersebut adalah Finance Technology Bank Indonesia, Prof.Dr.Ir. Suhono Harso S M.Eng. selaku ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Institut Teknologi Bandung, H. Arief Wismansyah B.Sc, M.Kes selaku walikota Tangerang, Achmad Zaky selaku CEO bukalapak, kemudian DR. Soni Sumarsono, M.DM selaku Dirjen Otonomi Daerah Kementrian dalam Negeri PLT Gubernur DKI 2016, dan yang terakhir Dr. Dedy Permadi, Managing Director Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada. Seminar nasional ini terbagi atas dua sesi, sesi pertama dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga istirahat siang kemudian dilanjutkan sesi dua hingga pukul 16.00 WIB. Adapun yang menjadi moderator dalam seminar ini adalah I Made Krisnajaya, SIP., M.Pol., Admin, dan Bevaola Kusumasari, Dr., S.I.P., M.Si. Keduanya merupakan dosen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM.

Foto: Imam Fikri/Bul

Berangkat dari tema besar Public Action 2017, kedua agenda tersebut mengusung subtema Smart City for Smart Indonesia. Melihat inti tema yang diusung adalah Smart City, Afal Ranggajati selaku Ketua Pelaksana Public Action 2017 pun menjelaskan, “Mengambil tema smart city karena hal ini saat ini menjadi urgent melihat banyaknya urbanisasi menjadikan kota semakin padat dan menimbulkan permasalahan sosial, sehingga perlu adanya konsep untuk menyelesaikannya.”

Baik talk show maupun seminar nasional, keduanya mendapat respon yang baik dari para peserta. Seperti yang tercermin dari tanggapan kedua partisipan berikut ini.

“Pembicara-pembicaranya memberikan banyak informasi, sehingga kita banyak tahu tentang permasalahan sosial dan apa itu smart city,” ucap Halah, salah satu delegasi dari Universitas Sriwijaya.

“Bagi saya tak masalah mengeluarkan uang untuk mengikuti seminar ini, karena pembicaranya juga orang-orang hebat dan kita mendapat fasilitas yang bagus dan nyaman juga, ada sertifikatnya pula, jadi saya tidak merasa rugi,” tutup Dina Firiani, salah satu peserta seminar Public Action 2017.

Dengan adanya Public Action sebagai rangkaian acara akademis, diharapkan seluruh partisipan dapat menambah wawasan juga melatih berpikir kritis dalam mencari solusi permasalahan publik bangsa Indonesia.

Debora Putri Sekaringtyas /Bul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *