Foto: Effendy/BulFoto: Effendy/Bul

Yulisyah Putri Daulay: Perjuangkan Pilihan yang Diambil

Beberapa waktu lalu, UGM kembali meluluskan mahasiswa dari berbagai jurusan. Dari sekian banyak mahasiswa itu, tersebutlah nama Yulisyah Putri Daulay, wisudawati terbaik yang berasal dari Jurusan Teknik Industri angkatan 2013.

Akademik tetap utama

Setiap orang punya caranya masing-masing dalam menjalani hidup, termasuk dalam kuliah. Hal ini dibuktikan oleh Yulisyah Putri Daulay yang meraih gelar cumlaude dengan IPK 3.99. Meski bergelar cumlaude, ia tidak menuangkan semua waktunya untuk belajar. “Sebenarnya aku jarang belajar sih, tapi kalau sudah waktunya kuis, UTS, dan UAS, aku bakal memaksimalkan waktu untuk belajar dan mati-matian di situ. Kalau ada kerjaan lain, ditinggal dulu,” ucapnya.

Ketika ditanya cara menyeimbangkan antara akademik dan organisasi, gadis yang kerap disapa Putri ini mengaku tetap harus ada yang dikorbankan. Misalnya, waktu tidur atau quality time bersama teman. Putri pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Arizona, Amerika selama lima minggu. Ia mengaku sempat keteteran karena saat kembali, UTS sudah menunggu di depan mata. Meski begitu, ia tak pernah menyesali pilihannya untuk mengikuti pertukaran pelajar.

Menurut Putri, akademik tetap yang paling utama karena itulah cara kita bertanggungjawab kepada orang tua yang sudah membiayai kuliah. “Orang tua tidak akan tanya masalah prestasi kita, tapi mereka akan selalu menanyakan gimana IPK kalian?” tuturnya.

Bagi Putri, organisasi itu penting, tapi bukan hal yang paling utama. Sebagai anak rantau asal Medan, Putri mengaku kalau organisasi adalah salah satu caranya untuk menghindari kebosanan. Dengan mengikuti organisasi, ia bisa bertemu teman dan menghabiskan waktu dengan hal yang bermanfaat.

Komitmen dengan pilihan

Foto: Effendy/Bul

Sisa-sisa akhir minggu setelah menjalani jadwal perkuliahan akan dimanfaatkan Putri untuk mengisi waktu dengan lomba dan berkegiatan di organisasi. Selain belajar, ia juga menyibukkan diri dalam organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Teknik. Putri mengaku tidak banyak tertarik mengikuti kepanitiaan, ia lebih memilih untuk mendalami perannya di organisasi. “Dari awal menjadi mahasiswa baru, aku memang sudah mantap menetapkan apa yang aku mau, jadi aku fokus saja ke pengabdian masyarakat,” ujar Putri yang tergabung dalam departemen sosial masyarakat

Sederet prestasi pernah ditorehkan Putri, antara lain mengikuti PIMNAS selama tiga kali berturut-turut dengan perolehan 2 emas serta 1 perunggu, juara 3 MITI (Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia) Paper Challenge 2015, dan peraih Merit Award pada International Energy Innovation Challenge 2016 (EIC) 2016 di Singapura.

Putri bercerita kalau prestasinya sekarang bukanlah apa-apa karena setiap orang punya cara mereka untuk menghabiskan waktu. Mahasiswi ini mengaku tidak pernah merasa kesulitan dalam membagi waktu asal kita sudah fokus pada pilihan kita. Asalkan mau bertanggungjawab atas pilihan kita, tidak ada yang salah walaupun tidak meraih prestasi akademik. Putri juga berpendapat bahwa apabila punya hobi tertentu, baiknya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri. Intinya, menjadi sosok yang produktif. Kalau sudah punya passion akan suatu hal, lakukan itu dengan penuh tanggung jawab, jangan melakukan banyak hal tapi ujungnya tidak terfokus dan malah keteteran. “Kuncinya fokus tapi jangan rakus,” pungkasnya.

Penulis: Isnaini Fadhliatul, Namira Putri/Bul
Penyunting: Hadafi Farisa Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *