Fisipol Berlakukan Stiker Khusus untuk Parkir Kendaraan

Keberadaan kantong parkir merupakan salah satu hal utama yang dibutuhkan di tiap fakultas, tak terkecuali di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Fisipol). Permasalahan bermula dari kurangnya lahan parkir. Masalahnya banyak mahasiswa Fisipol yang
tidak mendapatkan tempat parkir motor pada jam-jam tertentu. Keadaan ini memaksa mahasiswa Fisipol mencari alternatif tempat parkir lain seperti di kantong parkir perpustakaan pusat dan Pusat Jajanan Lembah (Pujale). Dewangga (Sosiologi’15) mengeluh, “Aku sering banget nggak dapet parkiran, aku dulu kalau parkir di Pujale.”

Salah satu hal yang menyebabkan lahan parkir selalu penuh adalah banyaknya mahasiswa dari fakultas lain yang menggunakan lahan parkir Fisipol. Salah seorang SKKK yang bertugas di Fisipol mengungkapkan, “Banyak mahasiswa ekstern Fisipol yang masih menitipkan motor di kantong parkir Fisipol, hanya sekedar untuk menongkrong ke kantin.” Berangkat dari hal itu, kemudian diberlakukan kebijakan parker baru dengan sistem stiker, yakni, hanya kendaraan yang memiliki stiker khusus yang berhak parkir di parkiran Fisipol. Kebijakan ini juga ditunjang dengan pengawasan dari SKKK saat ada kendaraan yang masuk. “Cuma KTM mahasiswa sini yang bisa dapat stiker itu, orang sini pun kalau belum dapet stiker bisa nunjukin ktmnya,” jelas petugas SKKK Fisipol.

Kebijakan ini disambut antusias oleh mahasiswa Fisipol yang selama ini kesulitkan mendapatkan tempat parkir. Banyak mahasiswa yang merasa terbantu dengan adanya kebijakan ini dan semakin sedikit kendaraan tanpa stiker yang parkir di Fisipol. Dampak positif lain dari kebijakan ini adalah semakin sedikitnya tindakan pencurian helm yang terjadi. “Selama ini yang paling susah disini adalah pencurian helm, dengan adanya kebijakan tersebut dapat mencegah terjadinya pencurian dan memudahkan dalam mendeteksi pencurian,” tutup Petugas SKKK Fisipol.

Penulis: Teresa Widi/Bul
Penyunting: Risa Kartiana