Pesona Sudut Desa Banyusoco 1© 2017 Adila Salma Khansa/Bul

Pesona Alam di Sudut-Sudut Desa Banyusoco

Desa Banyusoco terletak sekitar 15 km dari Kecamatan Playen, Gunungkidul yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Memasuki Desa Wisata Banyusoco, sejauh mata memandang terlihat hamparan hijau perbukitan dan sawah yang sudah barang tentu memanjakan mata. Deretan pohon jati di kanan dan kiri jalan senantiasa menyapa dengan ramah. Jalan berkelok-kelok khas daerah pegunungan akan membawa pengunjung masuk lebih jauh ke desa ini. Senyum dan salam hangat dari wajah-wajah ramah penduduk setempat juga akan membuat pengunjung betah berlama-lama.

Berlokasi di pegunungan dengan banyak bukit yang mengelilingi membuat desa ini memiliki lanskap yang indah. Banyak kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan, diantaranya berkemah, outbond, rafting, offroad, hiking, berenang di sungai yang jernih, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam dari atas bukit, dan lain sebagainya.

Desa Banyusoco menyuguhkan beberapa pilihan wisata air, yaitu rafting, Wisata Alam Coblosan di Dusun Sawah Lor, dan Air Terjun Gedad di Dusun Gedad. Jika ingin merasakan sensasi menyusuri sungai menggunakan ban atau perahu karet, pengunjung dapat mencoba wisata rafting. Jalur rafting yang berkelok-kelok dengan panjang mencapai 16 km ini dimulai dari Dusun Banyusoco dan berakhir di Dusun Kedungwanglu. Ketika debit air sungai memadai, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai finish sekitar 2 jam. Namun, ketika musim kemarau waktu yang dibutuhkan untuk rafting dapat mencapai 5 jam. Jika tidak ingin berlama-lama di atas ban atau perahu karet, pengunjung dapat mencoba berkunjung di Wisata Alam Coblosan. Di sana, pengunjung dapat berenang di sungai menggunakan ban sekaligus menikati indahnya panorama.

Selain wisata air, pengunjung juga dapat menikmati indahnya matahari terbit dan terbenam di beberapa spot seperti Bukit Ngesong di Dusun Kedungwanglu dan Bukit Yolanda di Dusun Banyusoco. Untuk mencapai puncak bukit memang dibutuhkan sedikit usaha, namun semua itu akan terbayar ketika sampai di puncak. Pemandangan perbukitan hijau dan sungai yang berkelok-kelok  akan membuat pengunjung menyadari betapa indahnya alam ini.

Sebenarnya masih banyak potensi wisata alam yang memesona di sudut-sudut Desa Banyusoco, hanya saja belum dibuka untuk umum. Salah satu contohnya adalah Air Terjun Banyunibo yang berada di Pedukuhan Kedungwanglu. Air terjun ini layaknya surga yang tersembunyi di tengah hutan. Ketika memasuki kawasan hutan, monyet-monyet liar yang bergelantungan di pepohonan akan menyambut dengan riang. Butuh usaha lebih untuk melewati hutan dan mencapai lokasi air terjun. Namun usaha itu tidak akan sia-sia ketika sampai di air terjun yang masih sangat alami. Sayangnya Air Terjun Banyunibo belum dibuka untuk umum karena permasalahan lahan.

Sungguh alam ini menyimpan berbagai pesona yang akan membuat manusia berdecak kagum. Namun perlu diingat, keindahan alam ini akan rusak jika manusia tidak menjaganya. Jadi, perlu diingat ketika berkunjung ke tempat-tempat wisata alam, jangan sampai merusak keindahannya dengan membuang sampah sembarangan.

Oleh: Adila Salma Khansa/Bul
Penyunting: Hafidz Wahyu Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *