Dental Project, Pancaran Semangat Bermusik Para Calon Dokter Gigi

Panggung Musik Dental Project

Malam Sabtu (19/5) yang cerah, cukup cerah hingga gemerlap bintang-bintang di langit dapat terlihat jelas, membuat para mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang menjadi panitia event Dental Project 2017 bersemangat dalam menuntaskan konser puncak yang diramaikan oleh Teza Sumendra dan Maliq & d’Essential ini.

Berlokasi di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada lantai 2, konser Dental Project dipenuhi remaja-remaja yang sepertinya merupakan fanbase dari Teza Sumendra. Terbukti saat mereka mengantri di front gate, banyak dari mereka yang berceloteh mengenai penyanyi tersebut. Tak sedikit pula para penggemar setia Maliq & d’Essential yang ada dalam kerumunan tersebut, saling mengobrol asyik dan menebak lagu-lagu apa saja yang akan dibawakan band itu nantinya.

Dental Project sendiri merupakan event tahunan yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi dan pada tahun ini telah memasuki tahunnya yang ke-11. Dengan telah sepuluh kali menggelar event yang sama sebelumnya mampu membuat teman-teman dari Fakultas Kedokteran Gigi menjadi matang dalam menyiapkan Dental Project ini. Terbukti dari desain panggung yang elegan dengan layar LED yang mampu mendukung penampilan para gueststars secara optimal. Kebijakannya mengenai peliputan media partner pun disiapkan secara matang. Tim peliput kami pun diberi plottingan tempat untuk pengambilan gambar selama konser berlangsung dan diberi himbauan agar tidak menutupi pandangan para penonton ke arah panggung. Hal tersebut dilakukan dengan upaya memberi pelayanan yang maksimal kepada para penonton. Inovasi lain pun dimunculkan pada konser ini seperti spot photobooth anti-mainstream, alih-alih hanya bermodalkan spanduk MMT besar, mereka membuat spot photobooth menggunakan layar proyektor dengan efek tiga dimensi sederhana. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor Dental Project tahun ini memungkinkan untuk terus terkenang di hati penontonnya.

Bagi kami pribadi, acara ini bisa dikatakan sukses. Sukses dari segi manapun. Hal itulah yang dengan bangga dinyatakan oleh sang ketua panitia, Aditya Krisna, bahwa Dental Project tahun ini lebih “pecah” ketimbang tahun sebelumnya. Ia berambisi, “Tahun depan kami harus bisa menjadikan Dental Project event berskala internasional.” tegasnya.

Menurut Hari Christanto yang menonton Dental Project malam itu, dirinya merasa puas meskipun hanya membeli tiket kategori bronze, ia tetap merasa nyaman dapat menikmati lantunan musik Maliq & d’Essential dengan nyaman. Senada dengan pernyataan Hari, dan Elisabeth Klara, mahasiswi FIB angkatan 2015, juga merasa puas telah menonton konser ini. “Seneng banget bisa dengerin Maliq secara live plus nonton si ganteng Bang Teza” ungkapnya.

Oleh: Adika Faris/Bul